Aher Terima Sertifikat MURI

Atas Pemasangan Listrik Terbanyak

33
RADAR GARUT FOR JABAR EKSPRES
SERAHKAN SERTIFIKAT: Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, menerima sertifikat dari MURI atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi yang melakukan pemasangan sambungan listrik.

GARUT – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menerima sertifikat rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada Rabu (7/3) di Kecamatan Sukaresmi. Sertifikat itu sendiri didapatkan atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi yang melakukan pemasangan sambungan listrik rumah tangga terbanyak dalam kurun waktu 17 tahun.

Penyerahan rekor tersebut dilakukan dalam kegiataan Jabar Caang 2018 di Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Rabu (7/3). Dalam kesempatan tersebut pun dinyatakan dalam waktu 17 tahun, rasio elektrifikasi di Jawa Barat yang awalnya hanya 52,16 persen pada 2001, menjadi 99,87 persen pada 2017.

Peningkatan elektrifikasi di Jabar melejit pada 2008, setelah Pemerintah Provinsi Jabar menganggarkan untuk program Desa Caang yang membuat 100 persen desa di jabar teraliri listrik pada 2010 dan 99,87 persen rumah tangga di Jabar teraliri listrik pada 2017. Melalui program Listrik Desa dalam mewujudkan Jabar Caang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun menargetkan rasio elektrifikasi 100 persen pada 2018, dan anggaran yang terserap pada program pro masyarakat kurang mampu sejak 2008 ini sebesar Rp 449,3 miliar.

Baca Juga:  Kodam III/Siliwangi Gelar Syukuran Hari Jadi ke 70

“Alhamdulillah bisa ada penghargaan dan ada rekor, saya awalnya tidak pernah terpikir memecahkan rekor, hanya kerja saja. Di Jawa Barat sendiri pada 2001 tercatat hanya separuh atau 52,16 persen masyarakat yang dapat menikmati sambungan listrik PLN, namun memang seiring waktu sampai tujuh tahun kemudian penyambungan listrik pun terus bertambah walau tidak banyak, dimana pada 2008 elektrifikasi di Jabar mencapai 68,06 persen,” kata Aher seusai penerimaan penghargaan, kemarin.

Pada 2008, lanjut Aher, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun memberikan bantuan pemasangan listrik desa terhadap 26.389 keluarga dan tahun berikutnya sebanyak 16.158 keluarga. Selanjutnya pada 2014 dengan penyaluran bantuan listrik pedesaan untuk 52.668 keluarga, tercapai elektrifikasi 86,04 persen.

Baca Juga:  Banjir Bandung Merata

“Pada 2015 angka elektrifikasi di Jawa Barat pun Alhamdulillah melesat menjadi 97,86 persen dengan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat penyaluran untuk 74.010 keluarga. Dengan penyaluran 24.142 keluarga pada 2017, maka elektrifikasi di Jabar pada 2017 pun menjadi 99,87 persen,” ujarnya.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN, Amir Rosidin, mengatakan jarang sekali ada kepala daerah seperti Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang menyisihkan anggaran daerahnya untuk penyaluran listrik ke rumah-rumah masyarakat kurang mampu. Jawa Barat sendiri, katanya, akan menjadi provinsi dengan elektrifikasi 100 persen kedua setelah Provinsi Bangka Belitung.

“Sejak tahun 2008, Jawa Barat setiap tahun menyisihkan anggarannya sehingga percepatan kelistrikan di Jabar besar sekali. Ini sangat membantu, kami tidak bisa membayangkan listrik ada tapi masyarakat tidak bisa menikmati, sangat miris kita,” kata Amir dalam kegiatan Pemberian Penghargaan Karya Pradipa Jabar Caang 2018 di Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Rabu (7/3).

Baca Juga:  Jangan Tunggu Madrasah Gulung Tikar

Untuk Indonesia sendiri, kata Amir, hingga saat ini terus berupaya menambah sumber listrik baru dengan target 35 ribu megawatt, dan pada 2018, katanya, ditargetkan pengoperasian 10 ribu megawatt sumber listrik baru. Dari target 35 ribu megawatt, 11.900 megawatt di antaranya sudah dioperasikan dan 32 ribu megawatt lainnya sudah dalam tahap kesepakatan kontrak.

“Sejak 2001 sampai 2017, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan penyambungan listrik bagi masyarakat kurang mampu sebanyak 290.756 rumah tangga yang tersebar di 18 kabupaten dan 9 kota di Jawa Barat. Ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memberikan akses listrik kepada masyarakat miskin dan tidak mampu serta untut meningkatkan rasio elektrifikasi Jabar menuju 100 persen pada 2018,” ucapnya. (igo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here