87

14 RT Alami Kesulitan Air Bersih

MULAI KESULITAN AIR: Seorang petani sedang berusaha mendapatkan air dengan cara menyedot menggunakan pipa agar sawah yang baru tumbuh terairi dengan baik

CIMAHI – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Air minum Kota Cimahi, mamastikan menghadapi musim kemarau stok air bersih di Kota Cimahi aman untuk beberapa bulan kedepan

Kepala UPT Air Minum Kota Cimahi, Dede M Asrori mengatakan, hingga saat ini pasokan air kepada pelanggan masih berjalan normal, meskipun kemarau beberapa bulan ke depan, masih aman.

Untuk distribusi pada masyarakat masih 24 jam yang dari jaringan kita,” jelas Dede ketika ditemui kemarin. (9/8).

Dede mengungkapkan, dalam sebulan UPT air bersih memproduksi sekitar 35 ribu kubik dari kapasitas maksimal produksi mencapai 120 ribu kubik. Jumlah itu cukup untuk memenuhi hingga 5 ribu Sambungan Rumah (SR).

Untuk saat ini, lanjut Dede, pihaknya baru melayani sekitar 1.489 SR. Kemudian, ditambah pelayanan terhadap 859 SR di Rumah Susun Sewa (Rusunawa).

“Kita baru melayani di 3 (tiga) kelurahan di Karangmekar, Cigugur Tengah dan Citeureup,” terang Dede.

Dede menjelaskan, dampak kekeringan saat ini sudah terjadi di Kelurahan Cibabat di RW 15 di RT 1, 3, 4, 5 dan 6, Pasirkaliki di RW 12 RT 3, 4, 5 dan 6, Kelurahan Cimahi di RW 1 RT 6, Kelurahan Leuwigajah di RW 15 RT 4. Selanjutnya Kelurahan Cibeber ada di RW 4 RT 9 dan RW 8 RT 3 RT 6.

Pihaknya sudah menerima beberapa laporan kekeringan hingga kesulitan air sebanyak 14 RT yang berada di lima kelurahan se-Kota Cimahi. Yakni Kelurahan Cibabat, Pasirkaliki, Cimahi, Cibeber dan Leuwigajah.

“Jadi semuanya 14 RT yang kita tangani, kita bantu dengan menggunakan tanki,” ujar Dede.

Untuk itu, Dede mengimbau, bagi masyarakat yang merasa kesulitan air bersih agar melakukan permohonan permintaan melalui pihak RT/RW yang diketahui oleh kelurahan setempat. Kemudian, baru mengajukan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) melalui UPT Air Minum.

“Dari permintaan masyarakat, biasanya minta pakai surat dari rw minta bantuan pengiriman air bersih. Kita tindaklanjuti kirim ke lapangan,” tandasnya.

Sementara itu, Badan Penangguulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengaku, pihaknya sudah memetakan sejumlah wilayah di Kota Cimahi yang rawan terhadap kekeringan. Pemetaan tersebut berdasarkan pengalaman kekeringan atau kesulitan air yang dialami dari tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Kepala BPBD Kota Cimahi, Dani Bastian, di Kota Cimahi sendiri wilayah yang termasuk zona merah kekeringan berada di Kelurahan, Padasuka, Leuwigajah, Baros, Cibabat, Citeureup, Cibeber, Melong dan Pasirkaliki.

“Itu daerah-daerah yang bisa disebut termasuk titik-titik wilayah rawan kekeringan,” ujarnya.

Dani menuturkan, pihak BPBD langsung melakukan pemantauan ke sejumlah wilayah tersebut. Namun, baru didapati lima wilayah yang mengalami kekeringan.

Nah, kemarin kami minta disuplai air dengan berkoordinasi kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Air Minum Kota Cimahi,pungkas Dani. (zis/yan)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.