Relokasi PKL Terkendala Lahan Sempit

jabarekspres.com, SUMUR BANDUNG – Tingginya pertumbuhan pembangunan di Kota Bandung menyebabkan lahan semakin sempit. Hal ini berdampak pada penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang harus direlokasi.

Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial menjelaskan, permasalahan PKL di setiap kota metropolis sulit diselesaikan. Hal ini karena antara output dan input yang tak pernah seimbang yang didapatkan oleh pemerintah.

”Regulasi yang dikeluarkan oleh Pemkot Bandung sudah sesuai dengan kondisi yang ada. Yaitu melakukan penataan dan pembinaan. Ketika semua elemen melaksanakan aturan tersebut, maka PKL dan usaha mikro akan berjalan baik,” tutur Oded dalam kegiatan Pembinaan dan Evaluasi PKL dan Asongan pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Hotel Savoy Homan, Jalan Asia Afrika, kemarin (27/4).

Oded yang juga menjabat Ketua Satgasus PKL itu menambahkan, titik permasalahan yang ada di Pemkot Bandung mengenai penataan PKL adalah lokasi. Karena luas Kota Bandung sendiri untuk relokasi PKL terbatas sekali.

Oleh karena itu, Oded menjelaskan, pemkot tidak bisa ideal dalam melakukan penataan, tetapi seminimal mungkin bagaimana melakukan penataan dengan memanfaatkan tempat yang ada. Sehingga tidak mengganggu kepada pihak manapun.

Dia menitik beratkan bagi pedagang yang memakai kendaraan pribadi dijadikan untuk berdagang. Dirinya akan menintindak tegas karena mereka bukan termasuk golongan pedagang non formal karena rata-rata mereka punya cukup modal untuk mendirikan bangunan tapi akhirnya mengganggu pengguna jalan.

Menurut dia, penataan PKL paling berat yang dilakukan Pemkot Bandung ada di daerah Tegalega, Pasar Baru dan Cicadas. Karena susah untuk di tata, serta kurangnya kordinasi dan keterbatasan lahan.

Oded berharap, tahun anggran baru pemkot Bandung bisa mengalokasikan dana untuk tiga tempat tersebut. Sehingga tata kelola dan penataan nya bisa makin membaik dan tidak menggagu siapapun.

”Untuk memanfaatkan sisa waktu satu tahun menjabat ini, saya manfaatkan untuk menata daerah Cicadas dengan menyiapkan anggaran yang pas,” ujarnya. (mg2/fik)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan