Perempuan Boleh Berkarier Asal Jangan Melupakan Kodratnya

4
Ineu Purwadewi
Ketua DPRD Jabar

jabarekspres.com, BANDUNG – Memaknai hari kartini merupakan yang dicetuskan oleh Raden Ajeng (RA) Kartini dalam memperjuangkan persamaan hak sangat memiliki arti penting.

ineu
Ineu Purwadewi
Ketua DPRD Jawa Barat

Menyikapi hal ini Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari mengatakan, makna hari kartini sampai sekarang terus bergaung, meskipun saat ini makna emansipasi tentunya memiliki perbedaan.

Menurutnya, perjuangan RA Kartini bagi Kaum perempuan memiliki keinginan untuk memperoleh persamaan hak dengan kaum laki-laki dibidang pendidikan. Sehingga, ini menjadi momen perjuangan yang dirasakan sampai sekarang.

“Jaman RA Kartini perempuan tidak boleh keluar rumah, malah merasa terkekang hanya untuk mengurus rumah tangga saja,”jelas Ineu ketika dihubungi kemarin (20/4)

Ineu menilai, saat ini kondisi perempuan sudah sangat baik dan tidak ada perbedaan dalam memperoleh hak-haknya. Bahkan tidak sedikit perempuan memiliki posisi penting.

Peran perempuan dalam pemerintahan lanjut Ineu, banyak yang menduduki posisi penting seperti menjabat kepala daerah, berkiprah dibidang politik. Bahkan, saat ini banyak tokoh masyarakat dari kaum perempuan.

“Ini tidak lepas dari peran perjuangan Pahlawan-pahlawan perempuan yang dulu menentang penjajahan Belanda untuk melawan ketidak berdayaan,”kata Ineu.

Di negara Indonesia sendiri peran perempuan dalam bidang Politik sangat baik. Bahkan, dalam aturan ketentuan peran perempuan dalam politik harus bisa mengakomodir 30 persen untuk berpartisipasi dalam politik.

Menurutnya, peran emansipasi kaum perempuan harus dimaknai bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan kaum laki- laki. Terlebih, saat ini banyak perempuan yang memilih berkarir.

Namun demikian, peran emansipasi tidak diartikan bahwa perempuan harus memilih karir saja ketimbang perannya dalam keluarga. Sebab, peran perumpuan juga harus mampu mengurus rumah tangga yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Bahkan, melaksanakan kewajiban dan kodratnya sebagai Istri atau ibu bagi anak anak.

“Jadi ini sangat luar biasa bila kita melihat perempuan yang berkarier tetapi bisa membagi waktu dengan keluarga dan tidak menghilangkan kodratnya sebagai wanita,”ucap dia.

Ineu menambahkan, perempuan dalam rumah tangga memiliki arti penting dalam melakukan mendidik terhadap anak-anak. Sehingga, dengan meberikan waktu yang lebih luas terhadap anak maka, akan ada pengawasan terhadap perkembangan anak.

“Saat ini masih banyak kekerasaan yang terjadi terhadap perempuan dan anak, untuk itu meskipun perempuan tersebut bekerja maka pendidikan dan pembinaan terhadap anak- anak jangang sampai terabaikan,”pungkas Ineu. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here