JK Yakin Indonesia Bakal Menang 2-1

3
Timnas U-22 Indonesia
TANTANGAN BARU: Kubu Timnas U-22 Indonesia berfose sebelum pertandingan melawan Kamboja beberapa waktu. Indonesia lolos kesemifinal setelah mengalahkan Kamboja.

jabarekspres.com, JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku optimis Timnas U-22 Indonesia bisa mengalahkan Timnas U-22 Malaysia yang akan digelar hari ini (26/8).

”Ya, mudah-mudahan, tentu harapan kita Indonesia menang 2-1,” kata Wapres di Kantor Wakil Presiden, kemarin (25/8).

Sementara itu disinggung apakah dirinya kan menggelar nonton bareng, Jusuf Kalla menyebutkan akan terlebih dahulu melihat jadwal. ”Nanti kita lihat sajalah,” ungkapnya.

Senada dikatakan Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dia bahkan memprediksi Timnas U-22 Indonesia dapat menang telak 2-0.

”Prediksi saya, andai laga berjalan dengan jujur maka skor 2-0 untuk kemenangan kita,” kata Imam.

Dia berharap para pemain Indonesia dapat bermain tenang. Imam memahami, ada unsur emosional yang akan mewarnai laga kontra kesebe­lasan negara tetangga tersebut.

”Ini ujian penting, kia harus menang dengan fair play, jangan terpancing intimidasi lawan. Jika bisa mengatasi Malaysia, maka saya yakin Indonesia bisa ke final lalu juara melangkah ke depan,” imbuhnya.

Imam juga berpesan, andai Malaysia melakukan provo­kasi Evan Dimas dan kawan-kawan jangan sampai terpan­cing. Menurutnya, Indonesia sudah cukup dirugikan ka­rena termakan provokasi lawan pada laga-laga sebelumnya. Akibatnya, kartu kuning dan kartu merah pun menghu­jani timnas.

Seperti diketahui Timnas U-22 Indonesia akhirnya sukses melaju ke semifinal SEA Ga­mes 2017 secara mengesankan. Ada setidaknya lima momen krusial yang hiasi perjalanan Indonesia.

Pasukan Luis Milla secara heroik sukses keluar dari lubang jarum. Mereka berha­sil tembus semifinal sebagai runner-up dengan tanpa me­nelan satu kekalahan-pun.

Bila melirik di awal SEA Ga­mes 2017, padahal kiprah Indonesia diragukan. Selain masuk di grup berat bersama Thailand, Vietnam, Filipina, Timor Leste, dan Kamboja, Indonesia juga baru saja gagal melangkah ke Piala Asia U-23.

Kendati demikian, mereka berhasil membuktikan itu semua kepada masyarakat Indonesia. Hansamu Yama cs berhasil ke semifinal, se­telah menang lawan Kam­boja.

Ada setidaknya lima momen kunci kelolosan timnas U-22 Indonesia ke semifinal. Gol

Septian David vs Thailand

Kunci keberhasilan Indone­sia bisa dibilang berawal dari kesuksesan menahan imbang Thailand. Kala itu Indonesia sebenarnya terting­gal lebih dahulu dari gol Chai­yawat Buran menit 11.

Luis Milla terus cari cara mencari gol penyeimbang dan nyaris gagal. Namun, pada menit 61, penetrasi Osvaldo Haay di dalam kotak penalti membuatnya dijatuhkan, dan membuat wasit menunjuk titik putih.

Septian David Maulana maju sebagai eksekutor, dan dengan tenang, pemain Mit­ra Kukar ini menendang bola dengan keras ke pojok kiri gawang. Indonesia me­nyamakan skor menjadi 1-1.

Hal itu terbukti berguna pada laga penentuan. Sebab, Indonesia berhak lolos ka­rena Vietnam kalah dari Thai­land.

Tahan Imbang Vietnam

Kesuksan Indonesia tahan imbang Vietnam jua jadi kunci. Padahal kala itu, Ga­ruda Muda menghadapi ber­bagai cobaan, mulai dari cederanya Satria Tama, hinga diusirnya Hanif Sjahbandi.

Hasil seri itu membuat In­donesia di ambang lolos ke semifinal. Pasalnya, Indo­nesia cuma butuh keme­nangan dengan selisih mi­nimal tiga gol pada laga pamungkas melawan Kam­boja demi memastikan tiket semifinal. Jika berhasil mewu­judkan misi itu, tak peduli hasil akhir Vietnam lawan Thailand, Indonesia akan lolos ke semifinal.

Dengan skenario itu, tak heran jika Vietnam begitu ngotot mengejar kemenangan atas Indonesia demi memas­tikan asa lolos. Namun, me­reka malah tercelat, dan kalah sehingga memudahkan lang­kah Indonesia. Kala itu Indo­nesia cuma diharuskan me­nang dan langkahi poin Viet­nam.

Gol Indah Febri Vs Kam­boja

Gol indah Febri Haryadi jua jadi buah bibir. Sempat dira­gukan pada awalnya, Febri buktikan kelihaiannya saat lawan Kamboja.

Sepakan indahnya menghu­jam gawang Kamboja dengan shot pertama sejak dimasukkan di babak kedua. Dia jua catat­kan dua crosses, dan 81 umpan akurat dalam pertandingan tersebut. Indonesia akhirnya sukses melaju ke semifinal berkat golnya dan Ezra Walian.

Marinus Jadi Penentu

Marinus jadi pahlawan In­donesia saat tumbangkan Timor Leste. Dia mencetak satu-satunya gol dalam laga itu. Andai tak ada dia, Indo­nesia mungkin saja gagal lo­los.

Selain gol semata wayangnya itu, dia jua catatkan tiga pel­uang, dengan melepaskan total empat percobaan ke gawang. Marinus sampai-sampai dijuluki Diego Costa-nya Indonesia karena kengo­totannya.

Penyelamatan Kurniawan Kartika Ajie

Kartika Aji tampil istimewa selama babak penyisihan grup. Sempat blunder lawan Thai­land, dia memperbaikinya dengan cemerlang.

Setelah itu, tak ada gol lagi yang masuk ke gawangnya. Bahkan saat lawan Timor Leste, dia sukses lakukan tiga penyelamatan gemilang.

Namun yang paling diingat adalah saat lawan Vietnam. Ma­suk gantikan Satria, dia nyaris saja dibobol pemain Vietnam, Ho Tuan Tai. Dia sejatinya ting­gal berhadapan 1v1, namun Kartika Ajie berhasil memblok bola dan mengenai mistar gawang. Indonesia pun terhindar dari ke­kalahan. (ies/ant/JPC/ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here