Emil Siap Kontestasi Pilkada Jabar 2018

Halal Bihalal dan Konsolidasi Relawan Jabar Juara

Relawan Jabar Juara- RK
SOLID: Ridwan Kamil (tengah) saat melakukan halal bihalal bersama Konsolidasi Relawan Jabar Juara, kemarin (16/7).

jabarekspres.com, Bandung – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil  menyatakan, siap menjadi calon gubernur Jawa Barat di hadapan 1.000-an relawan pada  acara halal bihalal dan Konsolidasi Relawan Jabar Juara, di Bandung, kemarin (16/7). ”Saya sudah siap mengikuti kontestasi sebagai calon gubernur Jabar,” kata Ridwan Kamil di hadapan relawan, kemarin

Pria yang akrab disapa Emil itu mengatakan, segala sesuatu harus dimulai dengan niat. Jika niatnya untuk mengabdi, maka masyarakat pun harus bisa merasakan pengabdian dari pemimpinya. ”Saya adalah orang yang sudah selesai dengan diri saya sendiri. Karena itu saya didedikasikan diri saya untuk masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.

Emil mengungkapkan, dirinya bukan anggota partai. Dia adalah PNS yang cuti sebagai dosen ITB.  Karena tidak punya partai, maka  dia berkomunikasi dengan semua partai. Namun beda partai beda  persyaratannya. ”Ibu saya memberi syarat, jika mau maju jangan masuk lewat partai. Setelah menang, boleh masuk partai,” kata Emil.

Menurut Emil, saat ini baru partai Nasdem yang memiliki 5 kursi di Jabar yang sudah memastikan dukungannya. Kenapa dia menerima ”pinangan” dari Partai yang digawangi Surya Paloh itu, kata Emil, karena tak ada syarat yg memberatkan.

Emil berpendapat Pilkada itu bagaimana sosok figurnya, bukan kendaraanya. Selama sopirnya bagus, maka hasilnya juga bagus. Bedasarkan tujuh kali survei berturut-turut, posisi Ridwan Kamil elektabilitasnya di posisi terbaik.

Survey SMRC Juli 2017 menyatakan, ketika ditanya siapa akan yang dipilih sebagai Gubernur Jawa Barat seandainya pemilihan dilakukan saat ini, sekitar 31,4 persen warga Jawa Barat menyatakan akan memilih Ridwan Kamil. Sementara yang memilih Deddy Mizwar 13,0 persen; Dedi Mulyadi 12,3 persen; Dede Yusuf 8,3 persen; dan AA Gym 7,5 persen.

Di hadapan pada relawan  Emil menyatakan, dirinya membutuhkan relawan yang datang dengan keikhlasan. ”Saya tidak punya uang,  tapi jika Jabar ingin juara, Insya Allah saya punya cara bagaimana menjadikan Jabar Juara. Pengalaman memimpin  kota Bandung, dapat diaplikasikan untuk Jabar Juara, tentu ditambah dengan inovasi baru,” papar Emil.

Banyak prestasi yang sudah ditorehkan Emil dalam memimpin kota Bandung. Yakni,  Pemkot Bandung meraih ranking 1 kinerja ASN se-Indonesia dengan nilai A. Padahal sebelumnya ada di urutan 200.

Kemudian, dia juga mampu meningkatkan kualitas manusia di Kota Bandung, dengan nilai tertinggi yakni 80.13.  Meraih Adipira setelah 17 tahun  anugrah kebersihan itu absen di Kota  berjuluk Paris van Java itu.

Menurut Emil, kota ini harus dibangun dengan  keseimbangan. Mengubah harus dengan semangat keilmuan, dan transparansi. ”Saya dirikan lebih dari 10 penasihat wali kota, karena mereka yang akan menjaga saya dari one man show,” ujarnya.

Dalam meraih kemenangan, Emil menyatakan bahwa kita harus belajar pada sejarah Islam. Nabi Muhammad sering berstrategi mengalah untuk menang. Contohnya pada Perjanjjan Hudaibiyah, yakni perjanjian umat Islam dengan kafir Quraish. Dalam perjanjian tersebut, kaum Quraish tidak mau ada pernyataan syahadat, nama rasul karena mereka belum mengakui Islam sebagai agamanya.

”Rasulullah saat itu mengalah, namun kita tahu akhirnya Islam diterima oleh masyarakat Quraish,” ujarnya.

Emil menegaskan, harus menang dengan  dua cara, yakni  menang dengan ahlak bagus. Bukan dengan menjelek-jelekan orang lain atau lawan politik. Kedua, menang dengan gagasan dan solusi, bukan dengan memaki-maki orang lain. ”Kita harus menang dengan ilmiah, dengan cara-cara yang terukur,” ujar Emil.

Terkait pasangannya dalam  Pilkada Jabar, menurut Emil, Partai Nasdem mempersilakan dirinya mencari pasangan. Untuk itu dia sudah membuka komunikasi dengan beberapa kandidat calon wakil Gubernur. ”Dalam dua tiga minggu ke depan, mudah-mudahan sudah ada jawaban siapa pendamping saya,” tuturnya.

Sementara itu, koordinator simpul relawan RKJBR, Hanief Muhammad menyatakan sejak empat tahun lalu kita bisa melihat erbedaan cukup jauh dari kondisi Bandung saat kang Emil belum menjabat. ”Leadership harus diteruskan. Pembenahan harus ditularkan ke daerah lain,” kata dia.

”Kita terbentuk karena masyarakat yang sayang sama Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil, Red). Kita ingin bersinergi dengan simpul relawan lain. Kita ingin memberikan yang terbaik untuk Jawa Barat,” papar Andreansyah dari Jabarkabakti, kemarin.

Di bagian lain, terbentuknya simpul relawan tersebut berawal dari pemuda-pemudi di daerah melihat Wali Kota Bandung bisa lebih memfasilitasi kreativitas anak muda. ”Kami merasa percaya bawha di kepemimpinan Ridwan kamik, lebih bisa mengayomi dan memfasilitasi pemuda,” tutur Djihad dari relawan Jakamuda. (drx/pan/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here