Cek Kompetensi Hanya Hitungan Menit

Aplikasi Sekolah Juara (Sakoja) yang diciptakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung meraih penghargaan Kita Harus Belajar (Kihajar) 2017 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sistem ini tergolong hebat. Bisa mengecek hasil ujian dan kompetensi dasar siswa dalam hitungan menit saja. Padahal, dulu, bisa sebulan dua bulan.

ANDY RUSNANDY, Bandung

DR BAMBANG Ariyanto terkejut. Dahinya bekernyit. Dia bertanya kepada stafnya. Menanyakan data kompetensi siswa dan sekolah dua tahun silam.

Para staf kalang kabut. Mencari data ke sana ke mari. Gudang, laci, dan lemari diobrak-abrik. Tapi tak ditemukan. ”Aneh, dinas tak memiliki data itu,” kata Bambang keheranan.

Rasa herannya semakin menjadi. Pertanyaannya belum terjawab. Dia mencoba berpikir keras. Mendalami tugasnya sejak dipindah ke Disdik Kota Bandung Januari 2017 lalu. Di mana data tersebut disimpan. Atau memang sebenarnya tidak ada. ”Jika tidak ada, lantas selama ini ngerjain apa,” tanyanya.

Ia tak lantas menyalahkan pegawai. Pria yang ditugasi sebagai Kasi Kurikulum SMP ini mencari solusi. Diskusi sana sini. Dengan kepala dinas, teman sejawat, dan para ahli. Hingga akhirnya ia bertemu dengan tim TIK Kota Bandung yang ahli di bidang informasi dan teknologi (IT). ”Relawan inilah yang akhirnya menjadi penentu adanya aplikasi Sakoja,” tuturnya.

Namanya juga relawan. Tidak dibayar. Begitu pun ketika mereka diminta untuk membuat aplikasi Sakoja. Namun, jauh hari sebelum pembuatan sistem, Bambang keliling sekolah. Menyerap permasalahan dari guru di sejumlah sekolah. Masalahnya sama. Yaitu kesulitan membuat analisa dan tindak lanjut pembelajaran.

”Jarang dilakukan guru karena prosesnya sulit, rumit dan membutuhkan waktu yang lama,” tegasnya.

Sejumlah sekolah di Kota Bandung banyak yang sudah berbasis IT. Sayangnya, tidak ada satu pun yang terkoneksi dengan dinas. Dampaknya, ketika dinas memerlukan data, atau sekolah melaporkan data, sangat sulit. ”Terutama data akademik,” ucapnya.

Bambang mencontohkan. Apabila dinas ingin menghimpun data tentang hasil ulangan harian, ujian, di luar Ujian Naisonal (Unas), sampai saat ini data itu tidak bisa didapat. Masalahnya, banyak yang dibuat secara manual dan tidak terkoneksi melalui satu wadah aplikasi. Demikian juga jika sekolah membutuhkan data.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan