Peduli Lingkungan, Coklat Kita Silatusantren Ajak Pesantren Olah Sampah Lebih Bemanfaat

Coklat Kita
(Kiri ke kanan) Perwakilan Coklat Kita DSO Bandung Barat, Farid Fauzan Adima bersama Perwakilan Coklat Kita, Renggi Prasetyo dan Dewan Pimpin Ponpes KH. Muhammad Iyadullah saat workshop edukasi pemanfaatan sampah di acara Coklat Kita Silatusantren
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Hingga saat ini, penanganan sampah masih menjadi persoalan di seluruh daerah, termasuk di kabupaten/kota se-Jawa Barat. Masalah sampah ini pun banyak mengundang perhatian pemerintah dan para pemerhati lingkungan.

Tak ingin ketinggalan untuk ikut berupaya menangani masalah sampah, Coklat Kita pun membuat suatu program yang diberi nama Coklat Kita Silatusantren atau Silaturahmi Berkesan ke Pondok Pesantren. Program ini digulirkan dengan misi membangun kesadaran pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah di lingkungan pesantren.

Oleh karena itu, program Coklat Kita kali ini berfokus pada lingkungan, khususnya pada pengelolaan dan pemanfaatan sampah agar lebih berguna. Sebab dengan pengelolaan yang baik sampah dapat membawa berkah, bukan menjadi masalah atau musibah.

Baca Juga:Peringati Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-382 Tahun, Coklat Kita Kembali Helat Napak Jagat Pasundan Lewat Tajuk Guyub Milaku SauyunanSukses Digelar, Super Chess Series III Diharapkan jadi Pintu Pembuka Ajang Kejuaraan Catur Bertaraf Internasional

Program yang diharapkan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya untuk para santri dan warga di sekitar lingkungan pesantren itu mengedukasi terkait pengelolaan dan pemanfaatan sampah.

Silatusantren yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Hasanah Al-Musri Kampung Perelas, Desa Bongas, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat pada Minggu, 27 Juli 2025 itu, Coklat Kita mengedukasi para santri dan warga disekitar lingkungan pesantren terkiat pemanfaatan sampah dalam sebuah workshop.

Peduli Lingkungan, Coklat Kita Silatusantren Ajak Pesantren Olah Sampah Lebih Bemanfaat

Dalam workshop itu, Coklat Kita Silatusantren menghadirkan narasumber Klintan Unpad dan Jibalo. Kedua narasumber itu mengedukasi atau memaparkan bagaimana mengolah sampah menjadi magot dan kompos serta menjelaskan pemilahan sampah yang bernilai ekonomis.

Tak hanya pemaparan, dalam kesempatan itu, narasumber yang dihadirkan Coklat Kita pun langsung mengajak peserta workshop untuk praktik pembuatan kompos.

Silatusantren akhirnya ditutup dengan hiburan bagi ratusan santri yang menampilkan NGABAJIDOR. Dalam sairnya NGABAJIDOR sengaja menyisipkan pesan tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.

Perwakilan Coklat Kita, Renggi Prasetyo mengungkapkan, Coklat Kita Silatusantren digulirkan membawa misi utama membangun kesadaran akan pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah di lingkungan pesantren.

”Pesantren Miftahul Hasanah Al-Musri, sebagi pesantren percontohan. Kita akan melaksanakan Silatusantren di 14 kota/kabupaten se-Jawa Barat,” ungkapnya, di sela-sela kegiatan.

Baca Juga:Coklat Kita Ngabuburit 2025: Lepas Rindu Sobat Padi Subang Terbayarkan

Menurut Renggi, Silatusantren juga dibuat dengan tujuan menciptakan hubungan yang baik dan bermakna, sekaligus menanamkan nilai kebersihan dan pengelolaan sampah kepada para santri. Pasalnya, semakin padat populasi, semakin tinggi pula volume sampah.

0 Komentar