JABAR EKSPRES – Dalam sebuah kejadian yang tragis, jumlah korban tewas akibat badai topan tanpa henti yang menyebabkan hujan lebat dan banjir dahsyat di Brasil selatan telah melonjak hingga mencapai angka yang sangat mengerikan, setidaknya 36 nyawa melayang, menurut pihak berwenang setempat.
Wilayah yang terkena dampak tetap dalam keadaan siaga tinggi karena bersiap-siap menghadapi kemungkinan cuaca buruk lebih lanjut.
Banjir yang tak kunjung surut telah memaksa banyak penduduk untuk mengungsi ke atap rumah mereka, sehingga memicu operasi tanggap darurat besar-besaran yang saat ini sedang berlangsung.
Baca Juga:Presiden Erdogan Kecam Prinsip Kebebasan Berekspresi Dijadikan Pembenaran untuk Penistaan Al-Qur’anSamsung A54 5G, Spesifikasi Mewah Menawan yang Harganya Makin Murah!
“Air naik begitu cepat, saya bahkan tidak sempat membawa apa pun. Saya kehilangan segalanya,” kata Paulo Roberto Neto Vargas, 39 tahun, seorang penduduk kota Roca Sales yang terkena dampak parah, di mana para pekerja darurat menemukan enam mayat, dikutip dari TRT World.
Banjir bandang dan tanah longsor telah melenyapkan sebagian besar wilayah yang terkena bencana, meninggalkan pemandangan kehancuran, termasuk rumah-rumah yang hancur dan air keruh berwarna coklat yang membentang sejauh mata memandang.
“Masih banyak keluarga yang terdampar di atap-atap rumah mereka,” katanya.
Sebagai tanggapan, ia menyatakan keadaan darurat, dan menyebutnya sebagai bencana cuaca paling mematikan yang pernah terjadi di Rio Grande do Sul.
