Wabup Tasikmalaya Soroti Citra Negatif BUMDes, Transparansi Keuangan dan Profesionalisme Jadi Sorotan

Wabup Asep Sopari Al Ayubi
Wabup Asep Sopari Al Ayubi
0 Komentar

BUMDes juga didorong mengambil peran sebagai jembatan antara potensi tenaga kerja masyarakat desa dengan kebutuhan perusahaan serta industri kreatif lokal.

Asep mencontohkan peluang kemitraan dengan industri sepatu Jentin dan perajin tas Kania di Kabupaten Tasikmalaya. Kedua sektor tersebut memiliki peluang pasar, tetapi masih menghadapi kendala dalam memenuhi permintaan akibat keterbatasan kapasitas produksi dan tenaga ahli.

Kondisi itu justru bisa dimanfaatkan BUMDes untuk menciptakan peluang usaha baru melalui pola kemitraan atau jasa produksi (makloon).

Baca Juga:BPBD Tasikmalaya: Ada 117 Bencana Selama Oktober, Kekeringan Masih MendominasiSiap Bersaksi di Sidang Roy Suryo Cs, Jokowi Bawa Dokumen Ijazah Asli ke PN Jakarta Timur

Dalam skema tersebut, BUMDes dapat berperan memfasilitasi permodalan, menyediakan pelatihan keterampilan, serta menghubungkan tenaga kerja desa dengan kebutuhan produksi perusahaan.

“Masalahnya ada pada kapasitas produksi karena kekurangan ahli. BUMDes sebetulnya bisa berkoordinasi dengan perusahaan lokal untuk mengambil peran makloon. BUMDes bisa membuka modal dan memfasilitasi pelatihan bisnis,” jelasnya.

Untuk mendukung langkah tersebut, Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja tengah menyiapkan ekosistem pelatihan kerja terintegrasi. Pelatihan nantinya diarahkan sesuai kebutuhan industri sehingga keterampilan masyarakat dapat langsung dimanfaatkan dalam kegiatan ekonomi produktif.

Sementara itu, BUMDes yang selama ini mengalami berbagai persoalan juga akan menjadi perhatian pemerintah daerah. Penguatan regulasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola disiapkan sebagai bagian dari upaya pembenahan sekaligus penyelamatan kelembagaan.

Asep berharap, pembenahan tersebut dapat mengubah wajah BUMDes di Kabupaten Tasikmalaya. Tidak sekadar memiliki badan hukum dan struktur organisasi, tetapi benar-benar menjalankan usaha yang sehat, mandiri, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya titip atas nama pimpinan daerah, masalah keuangan di desa ini harus segera dibenahi. BUMDes harus diarahkan agar profesional sehingga mampu menghidupi dirinya sendiri dan menjadi solusi perekonomian warga,” pungkasnya. (Hen)

0 Komentar