JABAR EKSPRES – Harga tepung tapioka di sejumlah pasar tradisional Kota Bandung dilaporkan mengalami kenaikan signifikan. Bahkan, harga komoditas tersebut kini mencapai Rp19.000 per kilogram, dari sebelumnya berkisar Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Sutisna (60), mengatakan kenaikan harga tepung tapioka tersebut cukup terasa dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut perkiraannya, lonjakan harga dipicu oleh kemungkinan gagal panen atau menurunnya jumlah produksi bahan baku tepung tapioka.
Baca Juga:Jenderal Listyo Sigit Ditetapkan Sebagai Tersangka Skandal Penyadapan Ilegal PresidenSoal Eks Setda Jadi Potensi PAD, Bupati Cecep : Tidak Mendadak dan Penuh Pertimbangan
“Kayaknya akibat gagal panen, atau produksinya sedikit gitu (penyebab naiknya tepung tapioka),” katanya saat ditemui di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Rabu (4/11).
Kenaikan harga tersebut turut berdampak terhadap aktivitas penjualan dan permintaan konsumen. Sutisna menyebut, salah satu pihak yang paling merasakan dampaknya adalah para produsen kerupuk yang menggunakan tepung tapioka sebagai bahan baku utama.
“Permintaan mah ada, cuma harganya naik, yang beli juga enggak fokus gitu. Kayak yang bikin kerupuk, malah sekarang naiknya Rp20.000 per bal, naiknya 100 persen,” ungkapnya.
Sutisna berharap kenaikan harga tepung tapioka tersebut dapat segera diatasi sehingga harga kembali stabil dan tidak semakin membebani pedagang maupun konsumen.
Ia menduga kondisi cuaca kemarau turut memengaruhi aktivitas penanaman dan produksi bahan baku, sehingga pasokan ke pabrik menjadi terbatas.
“Mudah-mudahan musim hujan lagi, terus nanamnya jalan lagi lah. Kalau nanamnya jalan, kan nanti produksinya juga ada, gitu. Jadi (kenaikan ini) kayaknya nanamnya enggak jadi karena kemarau. Jadi pendapatannya sedikit, pabrik juga, gitu, jadi melambung (harganya),” pungkasnya.(San)
