“Kami bangga dan terinspirasi melihat generasi muda Indonesia mengubah tantangan di sekitar mereka menjadi ide dan solusi inovatif,” ujar Anggi.
Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Suparto, juga mengapresiasi lahirnya inovasi dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
Menurut dia, Indonesia memiliki potensi talenta muda yang perlu disiapkan dan dikembangkan secara terarah. Inovasi juga harus berujung pada karya nyata yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Baca Juga:621 Lulusan FITKes Unjani Diambil Sumpah, Siap Mengabdi di Dunia KesehatanPMB Universitas BTH 2027/2028 Segera Dibuka, Ini Pilihan Bidang Studinya
Sementara itu, Direktur Sekolah Menengah Atas Kemendikdasmen Yuli Haryanto menilai pendidikan tidak cukup hanya mengukur pengetahuan yang diperoleh siswa. Kemampuan menerapkan ilmu untuk menjawab persoalan nyata juga menjadi bagian penting dari keberhasilan pendidikan.
Bagi para pemenang, kompetisi ini menjadi pengalaman untuk mengembangkan gagasan menjadi solusi yang lebih matang.
Perwakilan tim I-SEUNG, Regia Qolbu Rivita Atmowidjaja, mengatakan kemenangan tersebut menjadi motivasi untuk menyempurnakan NovaSight agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak siswa tunanetra.
Senada, perwakilan BryotechAlpha, Azkeanu Rhesa Ramadhan, menyebut timnya ingin menghadirkan udara yang lebih bersih melalui perpaduan alam dan teknologi.
Dua inovasi tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi dapat berangkat dari persoalan sederhana di sekitar masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan gagasan yang lahir dari kompetisi dapat terus dikembangkan dan digunakan secara lebih luas.***
