JABAREKSPRES – Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan (FITKes) Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam Rangka Angkat Sumpah Lulusan Tahun 2025/2026, bertempat di Hotel Grand Sunshine Soreang, Kamis (22/10),
Sebanyak 621 lulusan mengikuti prosesi angkat sumpah yang berasal dari sejumlah program pendidikan, yakni Kebidanan D3 dan Profesi, Teknologi Laboratorium Medik (TLM) D3 dan D4, serta Profesi Ners.
Pelaksanaan sidang senat terbuka menjadi bagian penting dalam proses akademik sekaligus peneguhan komitmen profesional para lulusan sebelum memasuki dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga:PMB Universitas BTH 2027/2028 Segera Dibuka, Ini Pilihan Bidang StudinyaASUS Vivobook S14 Resmi Hadir, Ini Spesifikasi Laptop 1,2 Kg dengan Baterai 20 Jam
Melalui prosesi sumpah profesi, para lulusan menyatakan komitmennya untuk menjalankan tanggung jawab profesi dengan berpedoman pada kompetensi, etika, serta prinsip pelayanan kesehatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si., bersama jajaran pimpinan universitas, fakultas, serta sivitas akademika FITKes Unjani.
Momentum ini menandai berakhirnya salah satu tahapan perjalanan pendidikan para lulusan sekaligus menjadi awal bagi mereka untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh dalam memberikan kontribusi di bidang kesehatan.
Dekan FITKes Unjani, Dr. Arina Novilla, S.Pd., M.Si., mengatakan angkat sumpah bukan sekadar seremoni kelulusan. Para lulusan, menurut dia, harus menjadikan sumpah profesi sebagai komitmen untuk menjaga integritas, menaati etika, menghormati martabat manusia, dan bekerja sesuai kompetensi serta standar profesi.
“Kelulusan adalah pencapaian, sumpah adalah komitmen, dan pengabdian adalah pembuktian,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan dekan pada kegiatan tersebut.
Dari total 621 lulusan, sebut Dr. Arina, sebanyak 163 orang berasal dari Program Profesi Ners, 120 orang dari Program Profesi Bidan, 120 orang dari D-3 Keperawatan, 57 orang dari D-3 Kebidanan, 61 orang dari D-3 Teknologi Laboratorium Medis (TLM), dan 100 orang dari D-4 TLM.
Komposisi tersebut menunjukkan lulusan berasal dari tiga bidang utama, yakni keperawatan, kebidanan, dan teknologi laboratorium medis. Menurutnya, ketiganya memiliki peran berbeda, tetapi saling berkaitan dalam menunjang pelayanan kesehatan, mulai dari perawatan pasien hingga penyediaan hasil pemeriksaan laboratorium sebagai dasar pengambilan keputusan klinis.
