JABAR EKSPRES – Hujan yang mengguyur Kabupaten Tasikmalaya selama beberapa hari terakhir mulai memicu serangkaian bencana hidrometeorologi. Tanah longsor terjadi di 16 desa yang tersebar di enam kecamatan, mulai dari menutup akses jalan antardesa, merusak rumah warga, hingga menyebabkan badan jalan amblas dan saluran irigasi tertimbun material longsoran.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, rangkaian bencana tersebut berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Sejumlah akses transportasi warga terganggu, bahkan kendaraan tidak bisa melintas secara normal akibat tertutup material tanah dan longsoran tebing.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, mengatakan perubahan cuaca dari kemarau panjang menuju musim hujan membuat kondisi tanah di sejumlah wilayah menjadi labil. Akibatnya, hujan dengan intensitas ringan sekalipun berpotensi memicu pergerakan tanah, terutama di kawasan perbukitan dan wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya.
Baca Juga:Belajar dari Banjir Cikalintu dan Longsor Sekeloa, Farhan Minta OPD Perkuat KoordinasiNasib Korban Longsor Buana Flamingo Jadi Perhatian, DPRD Cimahi Siap Dampingi Warga
Salah satu dampaknya, sejumlah tebing longsor hingga menimbun jalan penghubung antardesa maupun antarkecamatan. Bahkan, beberapa akses jalan yang baru selesai diaspal turut terdampak.
“Musim kemarau panjang kemudian memasuki musim hujan membuat kontur tanah menjadi labil. Karena itu, masyarakat harus selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor,” ujar Cecep dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).
Ia meminta seluruh kepala desa dan camat aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami potensi ancaman bencana di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak boleh hanya dilakukan ketika hujan deras turun. Sebab, hujan ringan pun dapat memicu longsor apabila kondisi tanah sudah jenuh air dan tidak stabil.
“Kami meminta agar kepala desa dan camat melakukan edukasi kepada masyarakat supaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor. Hujan ringan yang terjadi pun dapat menyebabkan bencana,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, mengungkapkan dampak hujan beberapa hari terakhir paling banyak terjadi di wilayah selatan. Sebagian besar kejadian berupa tebing longsor yang materialnya menutup jalan penghubung antardesa maupun antarkecamatan.
Selain menghambat mobilitas warga, longsoran juga menyebabkan kerusakan sejumlah rumah karena kondisi tanah di sekitarnya mengalami pergerakan.
