JABAR EKSPRES — BPJS Ketenagakerjaan memperkuat sinergi dengan insan media dan influencer di Jawa Barat melalui kegiatan Media Gathering di Bandung, Kamis (29/10). Langkah strategis ini digelar guna meningkatkan pemahaman publik serta memperluas cakupan perlindungan (coverage) jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah Jabar.
Diikuti oleh 30 wartawan dan 10 influencer, kolaborasi ini mengusung pendekatan komunikasi yang mencakup Reframe (mengemas informasi secara sederhana), Relevansi (sesuai kebutuhan saat ini), dan Resonansi (menjangkau masyarakat lebih luas).
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengungkapkan bahwa per September 2026, dari potensi 22,5 juta pekerja di Jawa Barat, baru sekitar 7,9 juta yang terdaftar sebagai peserta aktif. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya edukasi dan literasi masif kepada masyarakat.
Baca Juga:Borong Penghargaan TIF XXI, Daya Group Buktikan Konsistensi Inovasi dan Digitalisasi23 Tahun Mengabdi, Mitra Plumbon Hadirkan Layanan Bedah Jantung Terbuka dan Perluas Fasilitas Kesehatan
Untuk mendorong cakupan kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan juga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satunya mendukung program unggulan Gubernur KDM melalui “Asuransi Aing” yang membidik 5,4 juta pekerja informal untuk didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan mulai tahun depan.
“Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memperluas cakupan perlindungan melalui dukungan dan komitmen pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ujar Saiful.
Ia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat layanan berbasis nilai Value Beyond Protection melalui pendekatan 3C (Coverage, Care, dan Credibility). Salah satu wujud nyatanya adalah program PEKA (Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat), yang memberikan pembekalan literasi keuangan dan pelatihan keterampilan—seperti kuliner, kewirausahaan, hingga pemasaran digital—bagi ahli waris peserta.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Jawa Barat BPJS Ketenagakerjaan, Deny Yusyulian, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan komunikasi yang adaptif lewat inisiatif 904 Jamsfluencer.
“Kami ingin membangun sinergi yang konsisten dan kreatif bersama media serta influencer. Semakin luas informasi tersampaikan, semakin besar pula peluang pekerja untuk mendapatkan perlindungan,” pungkas Deny. (*)
