Viral Keluarga di Pacet, Tiga Anggota Diduga Alami Gangguan Mental, Bayi Baru Lahir Jadi Perhatian

Viral Keluarga di Pacet, Tiga Anggota Diduga Alami Gangguan Mental, Bayi Baru Lahir Jadi Perhatian
Kondisi sebuah keluarga di Kampung Sukanagara, Desa Mekarsari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, menjadi sorotan setelah kisah mereka viral di media sosial. Keluarga itu tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Foto Istimewa
0 Komentar

Yasa meminta dinas sosial dan pemerintah daerah ikut turun tangan. Ia berharap penanganan terhadap anggota keluarga yang diduga mengalami gangguan kesehatan mental bisa dilakukan, sehingga kondisi rumah dan pengasuhan anak-anak juga dapat diperbaiki.

“Saya hanya minta yang mentalnya terganggu segera direhabilitasi oleh Dinsos, atau camat berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung. Minimal harus ada yang diselamatkan,” ucapnya.

Di tengah persoalan tersebut, Indah baru saja melahirkan bayi perempuan di Rumah Sakit Welas Asih.

Baca Juga:Jadi Inspirasi Kader Muda Nasional, Wagub Taj Yasin Berbagi Resep  KepemimpinanPilkades Digital Diklaim Murah, Ini Belanja Sewa Perangkatnya

Persalinan dilakukan melalui operasi sesar. Yasa mengatakan biaya persalinan yang disebut mencapai sekitar Rp8 juta sempat menjadi perhatian pemerintah desa.

“Kemarin sesar harus ada uang Rp8 juta. Desa sudah siap membantu. Bahkan saya bilang kalau tidak tertangani, bawa BPKB motor saya sebagai jaminan,” kata Yasa.

Ogi dan Indah diketahui berasal dari Lampung. Menurut Yasa, administrasi kependudukan keduanya baru dipindahkan ke Desa Mekarsari sekitar empat bulan lalu, ketika Indah sedang hamil.

Kehadiran bayi yang baru lahir menambah kekhawatiran mengenai kondisi keluarga tersebut. Selain membutuhkan perawatan setelah persalinan, Indah juga harus mengasuh tiga anak di tengah situasi rumah tangga yang menurut pemerintah desa memerlukan pendampingan.

Yasa mengatakan dirinya khawatir keadaan lingkungan dan tekanan yang dialami keluarga turut memengaruhi Indah. Namun, pandangan itu merupakan kekhawatiran pribadi dan bukan kesimpulan medis.

Bagi Yasa, persoalan keluarga tersebut membutuhkan lebih dari bantuan sesaat. Ia berharap instansi terkait segera memeriksa kondisi mereka, menentukan kebutuhan rehabilitasi, serta memastikan anak-anak memperoleh pengasuhan dan lingkungan yang layak.

“Ini persoalan kemanusiaan. Saya berharap ada perhatian dari pemerintah kabupaten, dari dinas sosial, supaya keluarga ini bisa ditangani. Jangan sampai dibiarkan terus seperti ini, apalagi sekarang ada bayi yang baru lahir,” ujarnya.

Laman:

1 2 3
0 Komentar