Telkom University Ajak Santri dan Guru Gunakan AI secara Kritis dan Bertanggung Jawab

Pengabdian masyarakat
Momen kebersamaan tim Telkom University bersama para santri dan guru Pondok Pesantren Abu Dzar, Bogor dalam edukasi Literasi AI, Kamis (1/10/2026).
0 Komentar

​BOGOR – Laju perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) ibarat pisau bermata dua di dunia pendidikan. Di satu sisi, teknologi ini membuka keran peluang untuk mempercepat eksplorasi ilmu. Namun di sisi lain, AI menyimpan potensi risiko jika digunakan tanpa daya kritis.

​Pesan penting itulah yang digaungkan dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat Telkom University di Pondok Pesantren Abu Dzar, Bogor, Kamis (1/10/2026).

​Dosen Telkom University, Dr. Nur Ghaniaviyanto Ramadhan, menegaskan bahwa AI semestinya menjadi alat bantu untuk mengakselerasi pemahaman, bukan justru mematikan logika berpikir. Bagi santri dan guru, AI bisa dimanfaatkan untuk mencari ide, memahami konsep rumit, hingga menunjang efisiensi mengajar.

Baca Juga:Komisi I DPRD Kota Bandung Minta Pemkot Humanis dan Tak Tebang Pilih  Saat Penertiban Bangunan LiarPermudah Logistik Pelaku Bisnis, Kirimcontainer.id Tawarkan 4 Layanan Utama

​Namun, Dr. Ghani mengingatkan agar pengguna tak menelan mentah-mentah respons dari AI. ​“Gunakan AI untuk memperkuat kemampuan berpikir, bukan menggantikan proses berpikir,” tegas Dr. Ghani di hadapan para santri dan guru.

​Ia menyoroti bahaya ketergantungan digital yang berpotensi mengikis kemandirian berpikir. Dalam ranah akademik, kepraktisan AI kerap memicu godaan instan yang mencederai integritas.​

Menurutnya, AI sah-sah saja digunakan untuk pemantik gagasan. Namun, proses penelaahan, verifikasi sumber tepercaya, hingga penulisan karya tetap harus mengandalkan analisis dan pemahaman mandiri.

​Tak hanya integritas akademik, Dr. Ghani juga mewanti-wanti terkait keamanan data pribadi. Pengguna diimbau ekstra waspada agar tidak mengunggah dokumen sensitif atau informasi privat ke dalam platform AI tanpa memahami kebijakan kerahasiaannya.

​Formulasi Prompt hingga Prospek Masa Depan

​Guna mengoptimalkan pemanfaatan AI, para peserta diajari seni menyusun instruksi (prompt) yang presisi. Prompt yang kaya konteks, jelas secara tujuan, dan spesifik dalam format akan menghasilkan respons AI yang jauh lebih akurat—meski pemeriksaan ulang (cross-check) manusia tetap menjadi benteng utama.

​Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ghani turut memaparkan cakupan keilmuan di Program Studi S1 Informatika Telkom University. Mulai dari machine learning, computer vision, hingga natural language processing (NLP). Pemaparan ini membuka wawasan santri mengenai peluang karier dan studi mendalam di bidang teknologi masa depan.

​Antusiasme Diskusi Santri

0 Komentar