Sesi tanya jawab berlangsung hangat dan interaktif. Rafa, santri kelas XI, melontarkan pertanyaan tajam mengenai kekhawatiran terbesar Dr. Ghani terhadap tren AI saat ini.“Perhatian terbesar saya adalah kita harus mengetahui batasan penggunaannya. Kitadiri kita sendirilah yang harus membatasi pemanfaatan teknologi tersebut,” jawab Dr. Ghani lugas.
Pertanyaan kritis lain datang dari Faiz Ghazali, santri kelas XI lainnya. Ia penasaran apakah teknologi Large Language Model (LLM) dan NLP turut dipelajari di bangku kuliah Informatika Telkom University. Dr. Ghani mengonfirmasi bahwa materi-materi mutakhir tersebut memang menjadi bagian integral dari mata kuliah kecerdasan artifisial dan machine learning.
Melalui edukasi ini, Telkom University berharap para santri dan pendidik dapat menyikapi AI secara bijak, etis, dan bertanggung jawab. Bagaimanapun canggihnya AI, kontrol penuh atas analisis, pertimbangan moral, dan pengambilan keputusan tetap berada di tangan manusia. (bbs)
