Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkab Tasikmalaya akan berkoordinasi dengan PT PLN dan Dinas Perhubungan (Dishub) guna menyiapkan sambungan listrik resmi. Dengan begitu, fasilitas penerangan dan CCTV diharapkan dapat beroperasi optimal selama 24 jam.
Cecep menyebut, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub akan turun bersama pihak PLN untuk menyiapkan pemasangan kWh meter khusus bagi Dishub.
Selain mengandalkan teknologi, ia juga meminta kepala desa atau kuwu setempat serta para pedagang yang beraktivitas di sekitar jembatan ikut membantu pengawasan dan perawatan sehari-hari.
Baca Juga:Duka Keluarga Nelayan Cipatujah, Polres Tasikmalaya Datang Membawa KepedulianHari Santri 2026, Pemkab Tasikmalaya Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 500 Santri
“Nanti Kabid Sapras Dinas Perhubungan akan turun bersama PLN untuk memasang KWH meter khusus Dishub. Kami titip kepada warga agar fasilitas seperti CCTV ini dijaga bersama, jangan sampai malah hilang,” tambahnya.
Sementara itu, jajaran kepolisian turut menindaklanjuti video dugaan pungli yang beredar di media sosial. Kapolsek Karangnunggal AKP Jaja Hidayat bersama Kapolsek Cikatomas IPTU Dandan Ramdani melakukan penelusuran dan identifikasi di lapangan.
Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, polisi menyatakan tidak lagi menemukan aktivitas pungutan liar terhadap pengendara yang melintas di Jembatan Ciloa.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar di media sosial. Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat berwenang apabila menemukan dugaan pungli atau tindakan lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
Langkah pemasangan PJU dan CCTV diharapkan tidak hanya menjawab keresahan akibat video viral, tetapi juga menjadi upaya menjaga aset infrastruktur agar tetap aman, berfungsi optimal, dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. (Hen)
Reporter: Hendi
