JABAR EKSPRES – Kehilangan orang terkasih akibat kecelakaan laut meninggalkan luka mendalam bagi keluarga Ending (56) dan Welly (38), dua nelayan asal Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.
Di tengah duka yang belum sepenuhnya pulih, kehadiran jajaran Polres Tasikmalaya menjadi bentuk perhatian bagi keluarga yang ditinggalkan, bukan hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga dukungan moral agar mereka tidak merasa sendiri menghadapi musibah.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mendatangi keluarga korban di Kampung Karanganyar, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Sabtu (24/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan bantuan sosial sebagai wujud kepedulian kepolisian terhadap warga pesisir yang tengah tertimpa musibah.
Baca Juga:BSI dan Prudential Syariah Perkuat Bancassurance, Ajak Nasabah Seimbangkan Gaya Hidup SehatRaih Gelar Doktor di UNLA, Jutek Bongso Sodorkan Solusi Penataan Organisasi Advokat di Indonesia
Bagi masyarakat nelayan, laut merupakan tempat menggantungkan kehidupan. Namun, bagi keluarga Ending dan Welly, laut justru menjadi tempat berakhirnya perjalanan dua orang yang mereka cintai. Keduanya meninggal dunia setelah perahu Pahala Kencana yang mereka tumpangi terbalik dihantam gelombang tinggi di perairan Pantai Sindangkerta pada akhir September lalu.
Musibah tersebut menyisakan duka tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat pesisir yang selama ini hidup berdampingan dengan risiko saat melaut.
“Kami hadir untuk memberikan dukungan moral dan material kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Musibah ini tentu menjadi duka mendalam bagi masyarakat pesisir di Cipatujah,” ujar Ade Papa Rihi saat menyerahkan bantuan.
Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk tetap dekat dengan masyarakat, terutama ketika warga menghadapi situasi sulit. Di tengah kehilangan yang tidak mudah dipulihkan, perhatian dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu keluarga korban melewati masa berduka.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pejabat Utama Polres Tasikmalaya, personel Polsek Cipatujah, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud), serta Ketua Himpunan Nelayan setempat, Dedi Mulyadi.
Dedi menyampaikan apresiasi atas kepedulian kepolisian terhadap keluarga nelayan yang tertimpa musibah. Menurutnya, bantuan tersebut memiliki arti penting bagi keluarga yang sedang berusaha menata kembali kehidupan setelah kehilangan orang terdekat.
“Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga korban yang saat ini sedang berada dalam masa pemulihan dan duka,” ungkap Dedi.
