Gelombang Tinggi Membalikkan Perahu di Malam Hari
Kecelakaan laut yang merenggut nyawa Ending dan Welly terjadi pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Ketiganya bersama Budi Andriana (30) saat itu tengah dalam perjalanan kembali ke daratan setelah memasang jaring ikan layur.
Namun, ketika perahu berada sekitar 100 meter dari garis pantai, gelombang tinggi menghantam badan perahu hingga terbalik. Dalam kondisi gelap dan laut yang bergelombang, ketiga nelayan tersebut berjuang menyelamatkan diri.
Budi berhasil berenang hingga ke bibir pantai setelah warga mendengar teriakannya meminta pertolongan dan bergerak membantu. Sementara Ending dan Welly sempat hilang terseret arus sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Baca Juga:BSI dan Prudential Syariah Perkuat Bancassurance, Ajak Nasabah Seimbangkan Gaya Hidup SehatRaih Gelar Doktor di UNLA, Jutek Bongso Sodorkan Solusi Penataan Organisasi Advokat di Indonesia
Peristiwa tersebut menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi para nelayan ketika mencari nafkah di laut. Di balik hasil tangkapan yang menopang kehidupan keluarga, selalu ada risiko yang harus mereka hadapi setiap kali berangkat melaut.
Melalui penyaluran bantuan ini, Polres Tasikmalaya menunjukkan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan penegakan hukum. Lebih dari itu, polisi juga berupaya hadir saat warga berduka, memberikan perhatian, serta membantu meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi cobaan. (Hen)
