Jabar Ekspres – Pemadaman kebakaran di Gunung Ciremai masih berlangsung. Metode water bombing akan dilakukan.
Hal itu diungkapkan Gubernur Dedi Mulyadi, Jumat (23/10). Ia menguraikan bahwa pemadaman kebakaran sudah berjalan dengan baik.
Berbagai upaya dan kolaborasi antara berbagai pihak juga dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran. “Saat ini penanganannya sudah berjalan dengan baik, apinya juga sudah tidak menjalar ke kawasan hutan dan berhasil diisolasi, ” katanya.
Baca Juga:Hari Santri 2026, Bupati Cecep Dorong Pesantren Tasikmalaya Lebih Profesional dan AdaptifTragis! Niat Cari Kayu Bakar, Kakek 65 Tahun di Culamega Tasikmalaya Tewas Terpanggang di Kebun Sendiri
Dedi Mulyadi melanjutkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan beberapa instansi untuk mendukung percepatan penanganan. Salah satunya upaya pemanfaatan helikopter untuk ikut memadamkan api.
“Hari ini helikopter dijadwalkan terbang dari Bogor ke Kertajati lalu ke Pangkalan Sukani Majalengka. Kemudian melakukan water bombing supaya api padam dan enggak menjalar ke mana-mana, ” jelasnya.
Selain itu, Pemprov juga bakal melibatkan sejumlah relawan. Tujuannya untuk mempercepat pemadam api. “hari ini ada 1.000 warga, TNI, Polri, dan relawan yang dikerahkan buat memfungsikan kanal agar penanganan kebakaran bisa lebih komprehensif, ” sambungnya.
Dedi Mulyadi sendiri juga sampai ikut turun memadamkan api pada Kamis (22/10). Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Teten Ali menambahkan, pergerakan titik api (hotspot) dan arah angin masih terus dipantau dari posko lapangan.
Selain itu, personel gabungan juga melakukan penyisiran (mopping up) dan pemadaman sisa-sisa bara/asap untuk mencegah reignisi (penyalaan ulang). Saat ini, luas area yang terbakar di Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai masih dalam pendataan. Kebakaran terjadi di Blok Sipenpen Batu Arca, Wilayah I Kuningan di ketinggian ± 1.000 mdpl. Vegetasi yang terbakar yaitu semak belukar, alang-alang, serasah kering, dan tegakan pohon Pinus. (son)
