Rayakan 24 Tahun, Paradise Indonesia Luncurkan Future Maker, Bangun Sekolah Inklusif di Kabupaten Bandung

Rayakan 24 Tahun, Paradise Indonesia Luncurkan Future Maker, Bangun Sekolah Inklusif di Kabupaten Bandung
Rayakan 24 Tahun, Paradise Indonesia Luncurkan Future Maker, Bangun Sekolah Inklusif di Kabupaten Bandung
0 Komentar

Presiden Direktur Paradise Indonesia, Andri Hadi, menegaskan bahwa keberhasilan program membutuhkan kepedulian yang konsisten dan kerja sama dari berbagai pihak.

“Kami mengajak karyawan di seluruh unit bisnis untuk mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing. Kepedulian yang diwujudkan secara konsisten, kerja sama lintas unit, serta kesediaan mendengarkan kebutuhan sekolah akan menjadi kekuatan Future Maker. Dengan pendekatan ini, setiap kontribusi dapat menjadi bagian dari pendampingan yang berkelanjutan,” ujar Andri Hadi.

Selain di Bandung, Paradise Indonesia juga menyiapkan kontribusi unit bisnis di Batam. Rencana kegiatan di kota tersebut memadukan edukasi gizi dan aktivitas fisik dengan penghijauan sekolah, pemilahan sampah, serta pengomposan.

Baca Juga:Kardinal Suharyo Tinjau IKN: Gereja Berwajah Inkulturasi Disiapkan Menjadi Basilika Pertama IndonesiaRatusan Siswa Diduga Keracunan MBG, Warga Geruduk SPPG Kalijaga Cirebon dan Desak Penutupan

Pelaksanaan setiap kegiatan akan dirancang bersama mitra dan komunitas penerima manfaat. Pendekatan ini dilakukan agar program yang dijalankan tidak sekadar menjadi kegiatan sosial sesaat, tetapi mampu menjawab kebutuhan nyata di lingkungan sekolah.

Ubah Limbah Plastik Menjadi Ruang Belajar

Tak hanya berfokus pada akses pendidikan, Future Maker juga menghubungkan pembangunan sekolah dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan material daur ulang.

Dalam materi programnya, Paradise Indonesia menyoroti persoalan sampah plastik di Indonesia yang diperkirakan mencapai 7,8 juta ton setiap tahun. Sekitar 58 persen di antaranya disebut tidak terkelola dengan baik, sehingga persoalan sampah masih menjadi tantangan serius bagi lingkungan.

Sebagai bagian dari pembangunan SLB Budi Mulia, perusahaan merencanakan penggunaan blok berbahan plastik daur ulang berkualitas tinggi. Material tersebut diproyeksikan mendukung pembangunan ruang belajar yang aman dan lebih ramah lingkungan bagi anak-anak.

Melalui pendekatan ini, pembangunan sekolah diperkirakan dapat berkontribusi terhadap pengurangan 2–4 ton sampah plastik sekaligus menekan emisi karbon sekitar 10 ton.

Upaya tersebut memperlihatkan bagaimana pemanfaatan kembali material dapat diintegrasikan dengan penyediaan fasilitas pendidikan. Di sisi lain, pendekatan ini juga membuka peluang untuk mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini melalui kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Pembelajaran lingkungan direncanakan berlanjut melalui aktivitas sederhana, seperti memilah sampah, menggunakan kembali material yang masih dapat dimanfaatkan, melakukan pengomposan, hingga berkebun. Guru akan dilibatkan dalam penyesuaian kegiatan agar pelaksanaannya relevan dan dapat diikuti oleh siswa.

0 Komentar