JABAR EKSPRES – Sebanyak 464 calon jemaah haji Kabupaten Bandung Barat (KBB) masuk dalam estimasi keberangkatan 2027. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan kuota 2026 yang hanya 96 jemaah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 391 jemaah dialokasikan berdasarkan nomor urut porsi, sedangkan 73 lainnya masuk kategori lanjut usia (lansia). Saat ini, ratusan calon jemaah mulai menjalani persiapan administrasi dan pemeriksaan kesehatan menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Kasi Pelayanan Kantor Kementrian Haji dan Umrah Bandung Barat, Ismail Agung, mengatakan penambahan estimasi kuota tersebut merupakan hasil verifikasi dan pemutakhiran data calon jemaah.
Baca Juga:Kisah Perjuangan Santri Cipasung Lahirkan UU Pesantren Libatkan Ribuan Atlet, Porprov Jateng 2026 Jadi Angin Segar Bagi UMKM dan Perhotelan di 5 Daerah
“Pada tahap awal, estimasi kuota yang kami terima sebanyak 364 jemaah. Setelah dilakukan pengecekan dan perbaikan data, jumlahnya bertambah menjadi 464 orang,” kata Ismail saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, verifikasi dilakukan sejak September 2026, setelah pemerintah pusat menyampaikan estimasi kuota keberangkatan kepada setiap daerah. Petugas memeriksa status calon jemaah, termasuk mereka yang berencana menunda keberangkatan, meninggal dunia, maupun mengajukan pembatalan.
Hasil pemeriksaan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pemutakhiran data. Penyesuaian di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota turut memengaruhi perubahan estimasi kuota haji Bandung Barat.
“Pengecekan ini penting agar data calon jemaah yang dipersiapkan untuk berangkat sesuai dengan kondisi terkini,” ujarnya.
Dari total 464 calon jemaah tersebut, sebanyak 381 orang telah memiliki paspor dan menjalani perekaman biometrik untuk keperluan visa haji. Sementara itu, tahapan pemeriksaan kesehatan juga mulai berlangsung.
Calon jemaah yang telah menjalani pemeriksaan medis atau medical check-up (MCU) diminta membawa hasilnya ke puskesmas sesuai domisili masing-masing untuk menjalani tahapan pemeriksaan kesehatan berikutnya.
“Jemaah yang sudah menjalani MCU diminta membawa hasil pemeriksaannya ke puskesmas di wilayah domisili masing-masing. Proses pemeriksaan kesehatan saat ini masih berjalan,” jelasnya.
Baca Juga:Diduga Menipu Saat Jual Beli 138 Ekor Hewan Kurban, Tersangka Ditangkap di JakartaCegah Kejahatan Sejak Dini, Kapolres Tasikmalaya Turun ke Jalan Sosialisasikan Call Center 110
Ismail menambahkan, pemenuhan persyaratan kesehatan menjadi bagian penting dalam persiapan keberangkatan. Sementara itu, pemutakhiran data masih dapat dilakukan sehingga jumlah akhir jemaah yang berangkat pada 2027 berpotensi berubah mengikuti ketentuan pemerintah.
Dari estimasi tersebut, sebanyak 73 calon jemaah masuk kategori lansia dengan rentang usia sekitar 81 hingga 84 tahun. Kondisi ini menjadi perhatian dalam persiapan pelayanan, terutama untuk memastikan jemaah memenuhi persyaratan kesehatan sebelum berangkat.
