Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan tumpukan rumput kering, daun pohon acord, serta bambu kering yang diduga menjadi material mudah terbakar di sekitar titik kejadian.
Petugas juga menemukan batang pohon pisang dan kapol yang diduga digunakan korban untuk berusaha memadamkan api. Namun, upaya tersebut diduga tidak berhasil menghentikan kobaran api yang telanjur membesar.
Proses evakuasi jenazah dilakukan sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah pemeriksaan awal selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
Baca Juga:Kemarau Panjang Cekik Warga Pesisir Tasikmalaya, 12.000 Liter Air Bersih DisalurkanJaga Keandalan Pasokan Energi, Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga Triwulan III 2026
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan itu telah dituangkan dalam surat resmi, sehingga jenazah dapat diserahkan untuk dimakamkan.
“Keluarga menerima dengan ikhlas, tidak mau diotopsi. Sudah dibuatkan surat penolakan otopsi dan jenazah sudah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Triana.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya membakar tumpukan daun, ranting, dan bambu kering, terlebih di kawasan perbukitan dengan kondisi lahan miring. Api yang semula kecil dapat dengan cepat merambat, sementara asap tebal dan kondisi medan yang sulit bisa menyulitkan upaya pemadaman maupun penyelamatan diri. (Hen)
