JABAR EKSPRES – Sebuah rumah sekaligus ruko milik Desta Pancaputra, aktivis sekaligus founder Gerakan Indonesia Emas (GIE), di kawasan Ranca Tungku, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, diduga dibakar menggunakan bom molotov pada Minggu (18/10) dini hari.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang di lokasi mengalami kerusakan. Kursi dan pakaian hangus terbakar, sementara kaca pintu rumah pecah berkeping-keping.
Polisi kini menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap pelaku dan motif di balik dugaan pembakaran.
Baca Juga:Cegah Kejahatan Sejak Dini, Kapolres Tasikmalaya Turun ke Jalan Sosialisasikan Call Center 110Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing, Gubernur Ahmad Luthfi Terus Upayakan Pemadaman
Desta mengatakan, peristiwa itu diketahui sekitar pukul 03.45 WIB setelah neneknya berteriak meminta pertolongan karena melihat rumah terbakar.
“Saat itu nenek saya berteriak, ‘Desta, Desta!’ Lalu saya keluar rumah dan menanyakan apa yang terjadi. Nenek saya dengan raut ketakutan mengatakan rumahnya terbakar,” kata Desta, Rabu (21/10/2026).
Ia kemudian mendatangi lokasi dan mendapati api telah berhasil dipadamkan dengan bantuan warga sekitar.
Menurut Desta, seorang penjual ayam potong yang melintas di sekitar lokasi saat hendak pergi ke pasar menjadi orang pertama yang mengetahui kejadian tersebut. Saksi itu melihat dua orang berboncengan sepeda motor di sekitar lokasi.
Desta menyebut rekaman kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik juga memperlihatkan kendaraan yang ditumpangi dua orang tersebut. Namun, identitas keduanya belum diketahui.
Di lokasi kejadian, ditemukan dua botol yang diduga digunakan sebagai bom molotov. Desta menduga benda tersebut menjadi penyebab kaca pintu rumah pecah.
“Ditemukan dua botol yang betul-betul dirakit persis seperti bom molotov. Dugaan saya sangat kuat bahwa alat yang digunakan adalah bom molotov,” ujarnya.
Baca Juga:Rawat Sejarah Perjuangan HMI, MD KAHMI Tasikmalaya Anugerahkan Penghargaan Kehormatan kepada Dua TokohDua Rumah dan Kandang Ternak di Tasikmalaya Ludes Terbakar, 12 Ekor Domba Mati Terpanggang
Desta mengungkapkan, dugaan pembakaran tersebut bukan kali pertama dialami keluarganya. Sekitar 10 hari sebelumnya, pamannya juga diduga mengalami teror pembakaran oleh orang tidak dikenal dengan modus yang disebutnya hampir serupa.
Berulangnya kejadian tersebut membuat Desta dan keluarganya meningkatkan kewaspadaan. Ia bahkan mempertimbangkan untuk mengajak kakek dan neneknya tinggal sementara bersama dirinya demi mengantisipasi kemungkinan terjadinya peristiwa serupa.
“Kejadian seperti ini bukan kejadian pertama. Tentu kami akan jauh lebih waspada lagi. Mungkin tidak menutup kemungkinan kakek dan nenek saya akan tidur bersama saya dan keluarga,” katanya.
