Desta juga menduga aksi tersebut berkaitan dengan aktivitasnya menyuarakan persoalan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bandung. Meski demikian, ia mengaku belum dapat menunjuk pihak tertentu yang diduga terlibat.
“Saya tidak bisa menyebutkan pihak yang spesifik, tapi saya meyakini dugaan saya ini karena alasan politis,” ujarnya.
Kapolsek Pameungpeuk AKP Saep Balya mengatakan, polisi telah melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis Polresta Bandung untuk mengumpulkan barang bukti.
Baca Juga:Cegah Kejahatan Sejak Dini, Kapolres Tasikmalaya Turun ke Jalan Sosialisasikan Call Center 110Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing, Gubernur Ahmad Luthfi Terus Upayakan Pemadaman
“Sementara masih tahap penyelidikan. Kemarin kita sudah melakukan cek TKP dan olah TKP, kebetulan kita bersama dari Inavis Polres juga,” ujar Saep melalui pesan singkat.
Ia menambahkan, korban telah membuat laporan kepolisian. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi lainnya dijadwalkan berlanjut pada Rabu.
Desta dikenal sebagai pendiri Gerakan Indonesia Emas (GIE), kelompok anak muda yang aktif menyoroti berbagai persoalan di Kabupaten Bandung. Isu yang diangkat antara lain kebijakan pemerintah daerah, lingkungan, dan tata kelola pemerintahan.
Selain menyampaikan kritik dan menggelar diskusi, GIE juga menjalankan kegiatan sosial, termasuk membagikan makanan dan pakaian hasil donasi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kelompok tersebut turut menggelar aksi untuk menyampaikan aspirasi serta menyoroti isu di tingkat Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat.
Desta menegaskan, kritik yang disampaikannya merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi daerah dan keinginannya mendorong perubahan. Ia berharap perbedaan pandangan tidak berujung pada intimidasi maupun kekerasan.
“Saya menginginkan sebuah perubahan untuk kemajuan daerah ataupun pusat. Ketika saya mengkritisi, cukup lakukan atau setidaknya dengar apa yang saya suarakan,” katanya.
Baca Juga:Rawat Sejarah Perjuangan HMI, MD KAHMI Tasikmalaya Anugerahkan Penghargaan Kehormatan kepada Dua TokohDua Rumah dan Kandang Ternak di Tasikmalaya Ludes Terbakar, 12 Ekor Domba Mati Terpanggang
Hingga kini, polisi masih menyelidiki dugaan pembakaran tersebut. Identitas pelaku dan motif kejadian belum diketahui secara pasti.
