Jabar Genjot Ekspor ke Pakistan, Kembangkan Produk Kopi hingga Kerajinan

Jabar Genjot Ekspor ke Pakistan, Kembangkan Produk Kopi hingga Kerajinan
Ilustrasi produk kopi di Jawa Barat. (Foto: Son/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemprov Jawa Barat genjot ekspor ke Pakistan. Produk yang tengah dikembangkan adalah dari fesyen, kopi hingga kerajinan tangan.

Pengembangan itu merespon positif tren ekspor ke negara Asia Selatan itu. Itu menjadi momentum bagi Jawa Barat untuk makin memperluas pasar di Pakistan.

Catatan positif peningkatan ekspor itu terlihat dari data periode Januari–Agustus 2026. Nilai ekspor ke negara Asia Selatan tersebut mencapai 242,18 juta dolar AS atau meningkat 22,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga:Ekspor Benih Lobster Disetop Permanen, Pemerintah Genjot Budi Daya di dalam NegeriMenakar Peluang Bisnis Kopi Jawa Barat di Pasar Ekspor

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menguraikan, ekspor ke Pakistan sempat berfluktuasi. Namun kini telah menunjukkan tren positif.

Pada 2021, nilai ekspor Jawa Barat ke Pakistan tercatat sebesar 496,17 juta dolar AS. Lalu mengalami fluktuasi hingga 2023. Kemudian ekspor kembali tumbuh dari 266,96 juta dolar AS pada 2024 menjadi 322,84 juta dolar AS pada 2025. Angka itu naik sekitar 20,93 persen secara tahunan.

“Tren itu jadi indikasi positif bagi penguatan kinerja ekspor Jawa Barat. Ini momentum baik, jadi harus dikembangkan,” katanya dalam keterangan yang diterima, Selasa (20/10/2026).

Erwan melanjutkan, dari sisi komoditas, kendaraan beserta bagiannya menjadi penyumbang ekspor terbesar Jawa Barat ke Pakistan. Selama Januari–Agustus 2026, komoditas itu tembus dengan nilai 82,67 juta dolar AS. Berikutnya, serat stapel buatan yang mencatatkan nilai ekspor sebesar 49,48 juta dolar AS.

Komoditas lain yang turut berkontribusi meliputi kosmetika, besi dan baja, kertas dan karton, mesin mekanis, serta produk farmasi. Capaian tersebut menunjukkan peluang pengembangan perdagangan yang tidak hanya bertumpu pada satu sektor, tetapi juga mencakup industri otomotif, tekstil, dan berbagai produk manufaktur lainnya.

Erwan berharap ada pengembangan lagi komoditas ekspor. Produk yang berpotensi dikembangkan antara lain fesyen, seperti topi dan pakaian olahraga, beras dari Cianjur, kopi, produk perawatan kulit, hingga kerajinan tangan. “Ini potensinya besar,” sambungnya. (son)

0 Komentar