Emas Digital di Indonesia Kian Diminati, Potensi Pasar Global Tembus US$700 Miliar

Emas Digital di Indonesia Kian Diminati, Potensi Pasar Global Tembus US$700 Miliar
Ilustrasi emas batangan. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kemudahan akses melalui lembaga keuangan tepercaya menjadi salah satu faktor yang mendorong perkembangan investasi emas digital di Indonesia.

Riset World Gold Council (WGC) bersama Boston Consulting Group (BCG) menunjukkan, Indonesia memiliki tingkat kesadaran masyarakat terhadap emas digital tertinggi di antara 12 negara yang disurvei.

Dalam laporan bertajuk Digital Gold: Unlocking a $700-billion Opportunity, tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap emas digital mencapai 76 persen. Capaian tersebut menunjukkan besarnya peluang pengembangan investasi emas berbasis digital di tengah meningkatnya kemudahan akses layanan keuangan.

Baca Juga:Pemerintah Diminta Evaluasi Insentif Pajak agar Tak Bebani Penerimaan NegaraHarapan Baru Warga Timbulsloko Demak: 10 Tahun Melawan Rob, Kini Jadi Percontohan Pemulihan Pesisir Pantura

Head of Asia-Pacific (ex-China) sekaligus Global Head of Central Banks World Gold Council, Shaokai Fan, mengatakan Indonesia menjadi contoh bagaimana pemanfaatan lembaga keuangan yang telah dikenal dan dipercaya masyarakat dapat memperluas akses investasi emas.

Menurut dia, kehadiran produk emas digital melalui berbagai layanan keuangan memungkinkan masyarakat berinvestasi secara lebih praktis dengan nilai transaksi yang lebih terjangkau.

“Indonesia menunjukkan bagaimana akses melalui Lembaga yang sudah dikenal dan terpercaya dapat memperluas jangkauan investasi emas,” kata fan dikutip dari ANTARA, Selasa (20/10).

Secara global, emas digital yang didukung emas fisik atau vaulted digital gold mendominasi pasar dengan kontribusi sebesar 89 persen dari total nilai pasar emas digital. Lebih dari separuh nilai kepemilikan produk tersebut terkonsentrasi di tiga negara, yakni China, India, dan Indonesia.

“Tingginya kesadaran dan meningkatnya partisipasi masyarakat Indonesia terhadap emas digital menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar di Indonesia. Ke depan, penguatan kepercayaan dan kemudahan akses akan menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ini,” ujar Fan.

Di tingkat global, WGC dan BCG memperkirakan pasar emas digital yang saat ini bernilai sekitar 45–55 miliar dolar AS masih memiliki potensi permintaan yang jauh lebih besar.

Nilai peluang permintaan yang belum terealisasi atau latent demand diperkirakan mencapai 700 miliar dolar AS apabila berbagai hambatan adopsi dapat diatasi.

Baca Juga:Pangdam IV/Diponegoro Berganti, Gubernur Ahmad Luthfi Tekankan Peningkatan Kolaborasi Ekonomi Digital Jadi Strategi Pemerintah Kejar Pertumbuhan 6 Persen pada 2027

Angka tersebut merupakan estimasi potensi total permintaan, bukan proyeksi pertumbuhan pasar dalam jangka pendek.

Dalam skenario dasar untuk lima tahun ke depan, pasar emas digital diperkirakan tumbuh rata-rata sekitar 27 persen per tahun hingga mencapai 160–170 miliar dolar AS pada 2031. Nilainya bahkan berpotensi meningkat menjadi 270–280 miliar dolar AS jika hambatan adopsi dapat diatasi lebih cepat.

0 Komentar