Ekonomi Digital Jadi Strategi Pemerintah Kejar Pertumbuhan 6 Persen pada 2027

Ekonomi Digital Jadi Strategi Pemerintah Kejar Pertumbuhan 6 Persen pada 2027
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah memperkuat pengembangan ekonomi digital sebagai salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan investasi, penguatan produktivitas tenaga kerja, serta perluasan perdagangan digital dan ekspor bernilai tambah.

“Perekonomian Indonesia tumbuh 5,45 persen (c-to-c) pada Semester I 2026, yang menjadi pijakan menuju target tersebut. Tahun 2027, Pemerintah menargetkan pertumbuhan sebesar 6,0 persen, inflasi 2,5 persen,” Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dikutip dari ANTARA, Senin (19/10).

Untuk mencapai sasaran tersebut, Airlangga menyebut terdapat tiga faktor utama yang perlu diperkuat, yakni pertumbuhan investasi yang melampaui pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), peningkatan produktivitas pekerja, serta pengembangan ekspor yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Baca Juga:Swasembada  Beras Tingkatkan Kesejahteraan Petani? Dpc Partai Demokrat Kota Bandung Gelar Pendidikan Politik Dan Pelatihan Komunikasi, Perkuat Kualitas Kader

Pemerintah menargetkan investasi tumbuh 8–9 persen, dengan sasaran penanaman modal mencapai Rp2.258 triliun. Dalam upaya memenuhi target tersebut, pengembangan ekonomi digital diharapkan dapat membuka peluang investasi baru sekaligus meningkatkan daya saing perekonomian nasional.

Potensi tersebut terlihat dari nilai transaksi bruto atau Gross Merchandise Value (GMV) ekonomi digital Indonesia yang mendekati 100 miliar dolar AS pada 2025. Nilai itu meningkat 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sektor pembayaran, jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tercatat mencapai 65,77 juta orang dengan dukungan 44,86 juta merchant.

Airlangga menilai penguatan ekonomi digital perlu dilakukan melalui pembangunan ekosistem yang terintegrasi. Pengembangan talenta digital, teknologi semikonduktor, kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), serta infrastruktur pendukung menjadi bagian penting untuk meningkatkan kapasitas industri digital Indonesia.

Salah satu infrastruktur yang mendapat perhatian adalah pusat data. Kapasitas pusat data yang telah beroperasi di Indonesia diperkirakan mencapai 600–700 megawatt, sementara proyek yang masih dalam tahap pengembangan atau pipeline mencapai 1,3 gigawatt. Nilai investasi dari proyek-proyek tersebut diperkirakan berkisar 15–20 miliar dolar AS.

Selain itu, NVIDIA dikabarkan tengah menjajaki peluang investasi senilai 4,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp80,1 triliun di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB/FTZ) Batam. Rencana tersebut masih berada dalam tahap pembicaraan.

Meski demikian, pengembangan pusat data membutuhkan dukungan infrastruktur dasar yang memadai. Airlangga menekankan pentingnya ketersediaan lahan, pasokan listrik, dan air untuk menopang ekspansi industri tersebut.

0 Komentar