JABAR EKSPRES – Kebakaran hutan kembali mengancam kawasan Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Sebelumnya, api membakar sekitar satu hektare hutan pada Sabtu (17/10/2026).
Petugas Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Lembang bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) kini masih bersiaga di lokasi bekas kebakaran untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Lokasi kebakaran berada tidak jauh dari Benteng Cikahuripan dan berjarak sekitar 500 meter dari kawasan Nyawang Bandung. Meski api telah berhasil dipadamkan pada Minggu (18/10/2026) sore, petugas masih melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Baca Juga:Antisipasi Kebakaran Lahan Akibat Pembakaran Sampah Liar, DLH Cimahi Perketat PengawasanPetugas Gabungan Damkar Ciamis Padamkan Kebakaran Hutan Jati di Pamarican, Satu Hektare Lahan Perhutani Ludes
Humas Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara, Endan Cahyadi, mengatakan proses pendinginan dan patroli telah dilakukan hingga Minggu sore. Penjagaan kemudian dilanjutkan untuk memastikan kondisi kawasan benar-benar aman.
“Pendinginan dilakukan sampai sekitar pukul 16.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan patroli di sekitar lokasi karena dikhawatirkan masih ada bara yang menyala. Hari ini, petugas BKPH Lembang bersama LMDH tetap bersiaga di lokasi bekas kebakaran,” kata Endan saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, kebakaran terjadi di petak 60 yang ditanami pohon pinus sejak 1967. Lokasi tersebut masuk wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cisarua, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lembang, KPH Bandung Utara, tepatnya di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, KBB.
Endan menduga kebakaran di petak 60 berkaitan dengan kejadian serupa di petak 14 pada Jumat (16/10/2026). Bara dari kebakaran sebelumnya diduga belum sepenuhnya padam sehingga memicu munculnya titik api baru. Selain itu, aktivitas manusia dan kondisi angin yang cukup kencang juga diduga berkontribusi terhadap terjadinya kebakaran.
“Masih ada kemungkinan bara dari kejadian sebelumnya belum sepenuhnya padam, kemudian memicu kebakaran baru di petak 60. Apalagi, kondisi angin saat kejadian juga cukup kencang,” ujarnya.
Untuk mencegah kebakaran kembali terjadi, petugas terus menyisir area terdampak dan memantau titik-titik yang berpotensi menyimpan bara api. Petugas pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Dalkarhutla), jajaran BKPH Lembang, serta anggota polisi hutan (Polhut) juga disiagakan di sekitar lokasi.
