Penanganan kebakaran tersebut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Asper, KRPH Cisarua, KRPH Cikole, anggota Polhut, mandor, Danramil Lembang, pengurus dan anggota Koperasi Safari Hutan, serta warga Kampung Pojok Girang.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Rega Wiguna, mengatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman di Bandung Barat, terutama saat musim kemarau. Kondisi cuaca kering meningkatkan kerawanan kebakaran, khususnya di kawasan dengan vegetasi yang mudah terbakar.
Berdasarkan data BPBD KBB hingga awal September 2026, karhutla tercatat melanda 12 dari 16 kecamatan di Bandung Barat. Kebakaran tersebut berdampak pada 70 desa dengan luas lahan terdampak mencapai sekitar 197.205 meter persegi atau setara 19,72 hektare.
Baca Juga:Antisipasi Kebakaran Lahan Akibat Pembakaran Sampah Liar, DLH Cimahi Perketat PengawasanPetugas Gabungan Damkar Ciamis Padamkan Kebakaran Hutan Jati di Pamarican, Satu Hektare Lahan Perhutani Ludes
“Tingkat risiko karhutla di Bandung Barat secara umum masuk kategori sedang. Tingkat bahaya dan kerentanan di setiap wilayah tidak sama, namun Kecamatan Cipongkor termasuk daerah yang membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi karena tingkat risikonya berada pada kategori tinggi,” kata Rega. (Wit)
