JABAR EKSPRES – Laga lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 antara PSGC Ciamis dan PSIS Semarang di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Sabtu (17/10/2026) malam, berakhir tanpa gol. Namun, hasil imbang 0-0 tersebut ternoda oleh insiden kericuhan antarkelompok suporter yang tidak hanya terjadi di dalam stadion, tetapi juga meluas ke sejumlah ruas jalan di Kabupaten Ciamis, bahkan sempat terekam kamera dan viral di media sosial.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengungkapkan bahwa gesekan awal bermula dari kesalahpahaman di dalam tribun penonton saat pertandingan masih berlangsung. Situasi memanas ketika pintu pembatas antara suporter tamu dan pendukung PSGC jebol, memicu ketegangan yang sempat diredam oleh steward dan petugas kepolisian yang berjaga.
“Setelah pertandingan selesai, sempat terjadi kesalahpahaman yang bermula dari dalam stadion. Pintu pembatas antara suporter tamu dan suporter PSGC jebol,” kata Eko, Minggu (18/10/2026).
Baca Juga:Dua Rumah dan Kandang Ternak di Tasikmalaya Ludes Terbakar, 12 Ekor Domba Mati TerpanggangBupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK, Ahmad Luthfi Sudah Ingatkan Pentingnya Clean and Good Government
Ketegangan kembali pecah di depan Stadion Galuh, tepatnya di area parkir minimarket Indomaret, ketika suporter PSIS hendak naik bus untuk kembali ke Semarang.
Polisi segera mengawal rombongan tim tamu, namun bentrokan dan kesalahpahaman susulan tetap terjadi di beberapa titik perjalanan, di antaranya kawasan Imbanagara, Jalan RE Martadinata dekat Universitas Galuh, Kawali, dan Panawangan.
Dalam insiden tersebut, sejumlah anggota kepolisian yang berupaya mengendalikan situasi turut menjadi sasaran massa, dan seorang jurnalis lokal yang sedang meliput dilaporkan menjadi sasaran oknum dari rombongan pendukung PSIS Semarang.
Eko menjelaskan bahwa kericuhan juga dipicu oleh ketegangan internal di tubuh pendukung PSIS Semarang yang terbagi menjadi dua kelompok, yakni Snex dan Panser Biru.
“Di dalamnya, internal PSIS sendiri juga karena PSIS ini kan suporternya terbagi dua, yaitu Snex dan Panser Biru. Alhamdulillah sudah bisa kita selesaikan permasalahan tersebut,” ujarnya.
Untuk meredam dan mengendalikan situasi, kepolisian mengerahkan sebanyak 439 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, dan Damkar. Petugas bergerak cepat melakukan pengawalan melekat serta barikade guna meminimalisir dampak yang lebih luas.
Eko memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian insiden tersebut, dan rombongan suporter PSIS telah dikawal hingga keluar dari wilayah Kabupaten Ciamis.
