JABAR EKSPRES – Aquatec mengembangkan teknologi budidaya rumput laut yang lebih praktis dan efisien untuk mendukung sektor perikanan di wilayah kepulauan.
Inovasi perusahaan asal Indonesia tersebut menarik perhatian delegasi Kepulauan Solomon yang menjajaki peluang kerja sama.
Penjajakan tersebut mengemuka saat Menteri Perdagangan, Industri, Ketenagakerjaan, dan Imigrasi Kepulauan Solomon, Harry Kuma, mengunjungi pabrik Aquatec di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (17/10/2026).
Baca Juga:Dpc Partai Demokrat Kota Bandung Gelar Pendidikan Politik Dan Pelatihan Komunikasi, Perkuat Kualitas KaderFW Beri Klarifikasi soal Laporan Dugaan Penipuan Catering di Cirebon, Sebut Ada Kesepakatan Perdamaian
Dalam kunjungan itu, Harry didampingi Duta Besar Kepulauan Solomon untuk Indonesia, Gladys K. Isihanua, beserta sejumlah anggota delegasi. Mereka meninjau langsung proses produksi dan berbagai teknologi perikanan yang berpotensi diterapkan untuk mendukung kebutuhan di negaranya.
Harry mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi delegasinya untuk mempelajari pembuatan berbagai peralatan perikanan, mulai dari pelampung dan tali hingga perlengkapan penunjang aktivitas di laut.
“Kami dan delegasi ingin mempelajari bagaimana peralatan tersebut dibuat, mulai dari pelampung, tali, hingga perlengkapan penunjang kegiatan perikanan,” ujar Harry.
Selain peralatan budidaya, delegasi juga melihat produk lain, seperti kapal dan sarana pendukung penangkapan ikan maupun kegiatan penyelamatan di wilayah perairan.
Menurut Harry, produk-produk tersebut berpotensi memenuhi kebutuhan Kepulauan Solomon yang memiliki wilayah kepulauan dengan potensi kelautan dan perikanan cukup besar.
“Kunjungan ini merupakan perjalanan yang sangat berharga. Kami melihat banyak hal yang bermanfaat dan dapat kami bawa pulang untuk diterapkan di negara kami,” katanya.
Ia berharap, kunjungan tersebut menjadi awal terbukanya kemitraan dengan perusahaan Indonesia, khususnya dalam mengakses teknologi yang sesuai dengan kebutuhan Kepulauan Solomon.
Baca Juga:ATM Emas Bank Mandiri Region VI/Jawa 1 Kini Hadir di Surapati dan Soekarno Hatta BandungKPAID Tasikmalaya Ingatkan Bahaya Medsos Usai Siswi SMK Diduga Jadi Target Pengantin Pesanan
“Melalui kerja sama itu, kami berharap dapat memperoleh akses terhadap teknologi yang sesuai dengan kebutuhan negara kami dan berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan,” tandas Harry.
Sementara itu, Direktur PT Gani Arta Dwitunggal, Andi J. Sunadim, menyebut budidaya rumput laut sebagai salah satu peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Kepulauan Solomon. Selain rumput laut, menurut dia, negara tersebut juga memiliki potensi di sektor perikanan tuna.
Andi menjelaskan, budidaya rumput laut relatif mudah dijalankan karena tidak membutuhkan pakan dan memiliki siklus panen sekitar satu setengah bulan.
