Teknologi Rumput Laut Aquatec Bandung Barat Tarik Minat Delegasi Kepulauan Solomon

Aquatec
Delegasi Kepulauan Solomon meninjau fasilitas produksi Aquatec di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (17/10). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

“Menurut saya, budidaya rumput laut ini yang paling mudah untuk dijalankan dan paling dibutuhkan oleh masyarakat pesisir,” ujar Andi.

Untuk mendukung pengembangan budidaya tersebut, Aquatec menghadirkan peralatan yang dirancang lebih tahan lama, praktis, dan efisien. Salah satunya berupa pelampung khusus yang dapat menggantikan botol air mineral bekas yang selama ini kerap digunakan sebagai pelampung dalam budidaya rumput laut.

Penggunaan pelampung yang lebih tahan lama diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bekas sekaligus membuat kegiatan budidaya lebih tertata.

Baca Juga:Inovasi Fesyen Muslim: Hijaberies Hadirkan ‘Motion Series’, Solusi Sporty dan Modest Perempuan AktifMoratorium Perumahan Bakal Dicabut, APPC Minta Pemkot Cimahi Bereskan Ketidakcocokan Data BPN dan PUPR

Aquatec juga mengembangkan sistem pengait yang memungkinkan rumput laut dilepas saat panen tanpa harus membongkar seluruh rangkaian peralatan.

Sistem ini dapat mempersingkat waktu panen, menghemat tenaga kerja, serta mempercepat persiapan penanaman bibit untuk siklus berikutnya.

Tak hanya pada budidaya rumput laut, Aquatec turut menawarkan infrastruktur dermaga apung untuk menunjang konektivitas antarpulau. Infrastruktur ini dinilai relevan bagi Indonesia dan Kepulauan Solomon yang sama-sama memiliki kondisi geografis berupa wilayah kepulauan.

“Pada dasarnya, Indonesia dan Solomon Islands memiliki kondisi geografis yang serupa. Karena itu, kami menghadapi tantangan yang sama dan memiliki kebutuhan solusi yang relatif sama,” kata Andi.

Ia berharap, beragam produk dan teknologi yang dikembangkan Aquatec dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas, baik antarpelaku usaha atau business to business (B2B) maupun antarpemerintah atau government to government (G2G).

“Kami berharap kunjungan delegasi Kepulauan Solomon dapat menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih luas, baik B2B maupun G2G,” pungkasnya.

Di sisi lain, Ketua Komite Bilateral Negara Kepulauan Pasifik KADIN Indonesia, Yanthi Tambunan, mengatakan pihaknya berperan memfasilitasi hubungan bisnis antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Pasifik.

Baca Juga:Atasi Kesenjangan Fasilitas, LLDIKTI IV dan Unjani Gembleng Dosen Tembus Jurnal BerreputasiHYDROPLUS Soccer League 2026/2027 Kembali Digelar Lebih Kompetitif, 110 Tim Siap Berebut Gelar Juara

Menurut Yanthi, penjajakan dengan Kepulauan Solomon merupakan langkah awal untuk membangun hubungan ekonomi yang berpotensi berkembang menjadi kemitraan bisnis. Peluang kerja sama tersebut juga dapat diperluas ke negara-negara lain di kawasan Pasifik, seperti Vanuatu, Fiji, dan Papua Nugini.

0 Komentar