SRMP 8 Cimahi Torehkan 26 Prestasi dalam Setahun, Siswa Tembus OSN Tingkat Provinsi

Sekolah rakyat
Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SRMP 8 Cimahi (Mong)
0 Komentar

Menurut Ikhsan, capaian tersebut tidak terlepas dari peran para guru, wali asuh, serta wali asrama yang mendampingi siswa secara intensif.

Proses pendidikan tidak berhenti ketika jam pelajaran selesai, tetapi berlanjut melalui kegiatan pembinaan dan penguatan karakter.

Ia menjelaskan, setelah kegiatan akademik, siswa tetap mendapatkan pendampingan dari wali asuh dan wali asrama hingga malam hari. Pola pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kedisiplinan, tanggung jawab, serta karakter peserta didik.

Baca Juga:Dpc Partai Demokrat Kota Bandung Gelar Pendidikan Politik Dan Pelatihan Komunikasi, Perkuat Kualitas KaderFW Beri Klarifikasi soal Laporan Dugaan Penipuan Catering di Cirebon, Sebut Ada Kesepakatan Perdamaian

“Jadi kami tidak berhenti di jam kelas saja, di jam akademik saja. Setelah akademik dilanjutkan lagi oleh pembinaan karakter atau penguatan-penguatan dari wali asuh dan wali asrama sampai malam,” tuturnya.

Ikhsan berharap dukungan pemerintah terhadap Sekolah Rakyat dapat terus berlanjut sehingga seluruh fasilitas yang tersedia bisa dimanfaatkan secara optimal oleh para siswa.

Ia menilai, keberadaan Sekolah Rakyat memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah, termasuk kelompok desil 1, untuk memperoleh akses pendidikan dan fasilitas yang mendukung perkembangan potensi mereka.

Melalui lingkungan belajar yang memadai serta pendampingan dari tenaga pendidik, siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membentuk karakter yang lebih baik.

“Jadi siapa pun yang masuk ke Sekolah Rakyat, harapan saya dan semua orang itu bisa membalikkan keadaan dari mereka yang asalnya berasal dari keluarga desil 1, yang mungkin tidak memiliki harapan di rumahnya, tapi masuk ke SR dengan segala macam fasilitas yang diberikan oleh negara untuk mereka,” kata Ikhsan.

Ia juga menekankan pentingnya komitmen para tenaga pendidik dalam menjalankan proses pembinaan.

Menurutnya, guru, wali asuh, dan wali asrama tidak cukup hanya menjalankan tugas secara formal, tetapi juga perlu memiliki integritas dan kepedulian terhadap perkembangan setiap siswa.

Baca Juga:ATM Emas Bank Mandiri Region VI/Jawa 1 Kini Hadir di Surapati dan Soekarno Hatta BandungKPAID Tasikmalaya Ingatkan Bahaya Medsos Usai Siswi SMK Diduga Jadi Target Pengantin Pesanan

“Saya yakin bahwa karakter tersebut akan tumbuh. Apalagi dibina oleh guru, wali asuh, dan wali asrama yang memang punya integritas, punya hati dalam mendidik, tidak hanya menjalankan pekerjaan saja,” bebernya.

Adapun pada tahun ajaran 2026/2027 ini, SRMP 8 Kota Cimahi diharapkan terus mengembangkan kualitas pendidikan dan pembinaan siswa. (Mong)

0 Komentar