Warga Berharap Gas LPG dan Beras Murah di KDKMP Padalarang Tetap Tersedia

Warga saat berbelanja di KDKMP Desa Padalarang, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
Warga saat berbelanja di KDKMP Desa Padalarang, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Warga mengeluhkan keterbatasan pasokan gas LPG 3 kilogram seharga Rp16.000 di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Mereka berharap pemerintah menambah pasokan gas serta menjaga ketersediaan dan harga bahan pangan, terutama beras, agar tetap terjangkau.

Salah seorang warga Padalarang, Tini (52), mengaku terbantu dengan harga kebutuhan pokok yang dijual di KDKMP. Menurutnya, harga gas LPG 3 kilogram dan beras yang ditawarkan koperasi relatif murah dibandingkan harga yang biasa ditemui di pasaran.

Baca Juga:Dua Rumah dan Kandang Ternak di Tasikmalaya Ludes Terbakar, 12 Ekor Domba Mati TerpanggangBupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK,  Ahmad Luthfi Sudah Ingatkan Pentingnya Clean and Good Government

“Tadi sih harganya memang murah. Gas 3 kg dijual Rp16.000, kemudian beras SPHP isi 5 kg dihargai Rp58.000,” ujar Tini, Jumat (16/10/2026).

Meski begitu, ia berharap harga murah tersebut dapat dipertahankan dan diimbangi dengan pasokan yang mencukupi. Sebab, harga terjangkau tidak akan banyak membantu masyarakat jika barang yang dibutuhkan justru sulit didapatkan.

Menurutnya, gas LPG 3 kilogram menjadi salah satu kebutuhan penting yang pasokannya perlu diperhatikan. Begitu pula dengan beras dan bahan pangan lainnya yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Ketersediaan gas, beras, dan kebutuhan pokok lainnya harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai harganya murah, tetapi barangnya sulit didapatkan,” kata dia.

Ia berharap pemerintah memastikan distribusi barang ke koperasi berjalan lancar sehingga tidak terjadi kekosongan stok. Dengan begitu, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah tanpa harus khawatir kehabisan barang.

Tini juga menilai, keberadaan KDKMP akan semakin dirasakan manfaatnya apabila koperasi mampu menjaga kestabilan harga sekaligus menjamin ketersediaan barang secara berkelanjutan.

Dengan demikian, koperasi tidak sekadar menjadi tempat berbelanja dengan harga murah, tetapi juga membantu meringankan pengeluaran rumah tangga.

Baca Juga:Pemprov Jateng Libatkan 123 Perguruan Tinggi Bareng-Bareng Entaskan KemiskinanCekcok Berujung Maut di Tanjungjaya Tasikmalaya, Korban Dibacok Golok dan Dihantam Batu

“Harapannya, gas ditambah supaya warga tidak kesulitan mendapatkannya. Beras dan kebutuhan pokok lainnya juga harus tersedia terus dengan harga yang tetap terjangkau. Semoga pemerintah bisa menjaga stok agar tetap stabil,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meninjau kesiapan operasional KDKMP di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pada Kamis (15/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, ia mengatakan pemerintah tengah mengevaluasi kesiapan operasional koperasi, termasuk sistem pengelolaan dan distribusi barang dari badan usaha milik negara (BUMN).

0 Komentar