Gaji Guru Sekolah Maung Diduga Tertunggak 4 Bulan, DPRD Jabar Desak Pemprov Bertindak

Ilustrasi Guru/Foto: Istimewa
Ilustrasi Guru/Foto: Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sejumlah guru Sekolah Manusia Unggul (Maung) diduga belum menerima gaji selama empat bulan. Informasi tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Maulana Yusuf Erwinsyah.

Politikus PKB itu menyampaikan keprihatinannya atas kondisi yang dialami para guru Sekolah Maung. “Kami sampaikan rasa duka dan simpati kepada para guru Sekolah Maung. Hingga saat ini semenjak mereka mengajar, mereka belum menerima gaji,” katanya.

Maulana menduga, salah satu penyebab persoalan tersebut adalah persiapan program yang terkesan dipaksakan. Sekolah Maung dirancang dengan jumlah siswa per kelas yang lebih sedikit dibandingkan kelas pada umumnya, yakni dari 36 siswa menjadi 32 siswa.

Baca Juga:Cekcok Berujung Maut di Tanjungjaya Tasikmalaya, Korban Dibacok Golok dan Dihantam BatuTerungkap! Siswi SMK di Tasikmalaya Diduga Jadi Target Pengantin Pesanan WNA China

Menurut dia, kebijakan tersebut ternyata berdampak pada administrasi sistem penggajian guru. Ketika jumlah siswa dalam satu kelas berada di bawah batas minimum, kelas tersebut tidak terbaca oleh sistem.

Akibatnya, sistem juga tidak mencatat keberadaan guru yang mengajar di kelas tersebut. “Lalu ketika dianggap tidak ada gurunya tentu dianggap tidak ada yang berhak untuk menerima bayaran atau gaji,” kata dia.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, pembayaran gaji para guru Sekolah Maung telah tersendat selama empat bulan. Maulana berharap persoalan tersebut segera diselesaikan oleh pihak terkait, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Jawa Barat.

“Tolong secepatnya karena ini urusan tenaga, ini urusan energi yang telah mereka gunakan untuk mencerdaskan dan kepentingan pendidikan yang ada di Jawa Barat,” tuturnya.

Maulana juga berharap persoalan serupa tidak kembali terulang. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam pengambilan kebijakan maupun penyusunan program pendidikan agar pelaksanaannya tidak merugikan tenaga pendidik.

Sementara itu, Wakil Kepala Humas SMAN 5 Bandung, Dadan Hamdani, menjelaskan bahwa pembayaran gaji guru pada dasarnya berjalan lancar. Menurut dia, kendala yang terjadi berkaitan dengan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau tunjangan sertifikasi.

“Gaji lancar. Tapi yang TPG ayat sertifikasi baru sebagian besar yang sudah, sebagian lagi belum,” jelasnya, Kamis (15/10). (son)

0 Komentar