Sementara itu, Pemimpin PNM Cabang Bandung Danang Setyabudi mengatakan, Pemberdayaan Kapasitas Usaha Akbar 2026 merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dan kemandirian pelaku usaha.
Perempuan menjadi salah satu kelompok utama yang disasar karena mendominasi nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).
Danang mengatakan, peningkatan kapasitas usaha bukan sekadar tema kegiatan, melainkan tujuan yang ingin dicapai melalui pemberdayaan berkelanjutan. Pelaku UMKM diharapkan memiliki kepercayaan diri dan kemampuan yang lebih baik dalam mengelola bisnis.
Baca Juga:Terungkap! Siswi SMK di Tasikmalaya Diduga Jadi Target Pengantin Pesanan WNA ChinaJateng Akan Dijadikan Role Model Penanganan Tuberkulosis
“Ketika para nasabah memiliki kemampuan, percaya diri, dan kemandirian dalam mengelola usahanya, maka UMKM akan tumbuh semakin kuat, tangguh, dan mampu menjadi penggerak perekonomian di Kota Cimahi,” ujarnya dalam sambutan.
Dalam menjalankan mandat pemberdayaan ekonomi, PNM memiliki dua program utama, yakni Mekaar dan Unit Layanan Modal Mikro (Ulamm). Mekaar berfokus pada pembiayaan kelompok perempuan, sedangkan Ulam menyasar pelaku usaha mikro, baik perorangan maupun badan usaha.
Danang menegaskan, PNM akan terus memperluas manfaat program pemberdayaan bagi pelaku UMKM, termasuk di Kota Cimahi. Dukungan tersebut dilakukan melalui kombinasi pembiayaan dan pendampingan agar nasabah dapat mengembangkan usaha secara bertahap.
“Nasabah diharapkan mampu mengembangkan bisnis secara lebih mandiri, meningkatkan daya saing, dan membawa usahanya naik kelas,” pungkas Danang. (Mong)
