JABAR EKSPRES – Keributan yang melibatkan sejumlah orang di Jalan Pesantren, Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, viral di media sosial. Dalam insiden yang terjadi pada Rabu malam, 14 Oktober 2026, seorang pria dilaporkan mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.
Kepolisian memastikan insiden tersebut sementara ini tidak mengarah pada aksi pembegalan. Polisi masih menyelidiki penyebab keributan dan memburu para pelaku yang melarikan diri setelah kejadian.
Kanit Reskrim Polsek Arcamanik, IPTU Ridwan, mengatakan peristiwa itu bermula ketika korban bersama sejumlah rekannya melintas di Jalan Pesantren, Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Di tengah perjalanan, diduga terjadi gesekan yang kemudian memicu keributan.
Baca Juga:421 Desa/Kelurahan di Jateng Berstatus Siaga TB, Pemprov Terus Upayakan Skrining dan PencegahanIndonesia Targetkan 7 Medali Emas di Asian Para Games Nagoya 2026
” Nah, pas di jalan itu mungkin ada masalah. (Terjadi) gesekan,” kata Ridwan saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).
Menurut Ridwan, perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi aksi saling serang menggunakan senjata tajam. Setelah kejadian, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi.
“Jadi keributan bacok-bacokan, lalu kabur,” ujarnya.
Akibat insiden tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, polisi masih mengumpulkan bukti untuk mengungkap identitas para pelaku serta mengetahui secara pasti kronologi kejadian.
Ridwan mengatakan, penyelidikan saat ini dilakukan dengan mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) dan meminta keterangan dari sejumlah pihak yang dinilai mengetahui peristiwa tersebut.
“Kita masih penyelidikan, ngumpulin CCTV dan informasi. Pelakunya kabur,” ungkapnya.
Terkait narasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan aksi pembegalan, Ridwan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan keterangan sementara yang diterima polisi.
Ia menjelaskan, hingga saat ini tidak ditemukan indikasi adanya barang milik korban yang diambil dalam insiden tersebut.
“Keterangan sementara bukan begal. Kalau dibilang begal kan ada barang yang diambil, ini enggak ada,” pungkasnya.
Baca Juga:Berobat Gratis Kelas 3 di 86 Rumah Sakit, Pemkab Tasikmalaya Tunggu Aturan MainPemimpin Perempuan di Sekolah Islam: Saya Harus Masuk ke Mana-Mana, Mendengar dan Merekatkan
Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan penyebab keributan dan mengungkap pihak-pihak yang terlibat.(San)
