Buka Tutup Jembatan Munjul 2 Diberlakukan, Pengendara Diminta Bersabar

Buka Tutup Jembatan Munjul 2 Diberlakukan, Pengendara Diminta Bersabar
Polresta Bandung menerapkan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup di kawasan perbaikan Jembatan Munjul 2, Jalan Raya Laswi, Kelurahan Manggahang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Foto: Agni Ilman Darmawan/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Polresta Bandung menerapkan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup di kawasan perbaikan Jembatan Munjul 2, Jalan Raya Laswi, Kelurahan Manggahang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Langkah ini dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi akibat pekerjaan jembatan tersebut.

Wakasat Polresta Bandung, AKP Agus Budi, mengatakan pihaknya juga telah mengarahkan pengendara untuk menggunakan jalur alternatif.

Baca Juga:Macet Akibat Perbaikan Jembatan Munjul 2, GEMA Kabupaten Bandung Desak Perbaikan DipercepatJembatan Raden Demang Dibuka, Pemkot Cimahi Pastikan Aman Dilalui Kendaraan

Namun, sebagian pengguna jalan memilih tetap melintasi jalur utama sehingga kepadatan kendaraan masih terjadi dari kedua arah.

“CB (cara bertindak) yang kami lakukan adalah buka tutup. Kami sudah mengarahkan masyarakat ke jalur alternatif, tetapi masyarakat tidak mau dan tetap mengambil jalur utama sehingga terjadi kepadatan luar biasa, baik dari arah desa maupun kota,” kata Agus saat ditemui, Rabu (14/10/2026).

Menurutnya, jalur alternatif sebenarnya telah disiapkan. Akan tetapi, akses tersebut melewati kawasan permukiman dengan kondisi jalan yang relatif sempit.

Situasi itu membuat sebagian pengendara memilih bertahan di jalur utama meski harus menghadapi kemacetan.

Untuk mengurangi kepadatan, kepolisian menerapkan prioritas arus kendaraan berdasarkan waktu aktivitas masyarakat.

Pada pagi hari, arus kendaraan dari arah desa menuju kota diprioritaskan untuk mengakomodasi warga yang berangkat bekerja dan bersekolah.

Sementara pada sore hari, pengaturan dilakukan sebaliknya dengan memprioritaskan kendaraan dari arah kota menuju desa, terutama bagi masyarakat yang pulang bekerja maupun sekolah.

Baca Juga:Imbas Perbaikan Jembatan Keramat, Jalan Kolmas Masih Dibuka TutupJalan Kolmas Lembang Bakal Direkayasa Selama Pengerjaan Jembatan Keramat

“Kami memberikan upaya keadilan. Pada pagi hari, kami percepat arus dari desa menuju kota bagi yang berangkat kerja dan sekolah. Sore hari tentunya kebalikannya, kami prioritaskan yang pulang kerja maupun pulang sekolah,” ujarnya.

Agus mengimbau pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat agar tetap bersabar selama proses perbaikan berlangsung.

Ia mengakui pembangunan tersebut berdampak terhadap kelancaran perjalanan masyarakat, tetapi menilai perbaikan diperlukan untuk kepentingan jangka panjang.

“Kami mengimbau kepada pengguna jalan roda dua dan roda empat untuk tetap selalu bersabar. Bagaimanapun, pembangunan ini untuk jangka panjang. Memang pada saat dibangun akan menimbulkan permasalahan, tetapi kalau sudah selesai akan menjadi kebaikan semuanya,” tuturnya.

0 Komentar