JABAR EKSPRES — Bangunan bekas ruang guru di SDN 3 Batulawang, Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, ambruk total pada Selasa (13/10/2026) malam. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena bangunan telah dikosongkan sejak tiga tahun lalu.
Kepala SDN 3 Batulawang, Tri Isnadari, mengatakan bahwa ruang guru sebenarnya telah dipindahkan ke ruang perpustakaan sejak tiga tahun lalu akibat retakan tembok yang kian melebar. Pemindahan darurat itu terbukti menyelamatkan warga sekolah dari potensi korban jiwa. Ia menegaskan bahwa keputusan mengosongkan bangunan merupakan langkah antisipatif yang sangat tepat mengingat kondisi struktur yang terus memburuk.
“Sudah dikosongkan. Kalau masih ditempati, tidak tahu bagaimana nasibnya. Kejadiannya kemarin malam. Memang sudah tiga tahun lalu ruangan guru dipindah ke ruang perpustakaan karena kondisi bangunan di dalam sudah retak-retak dan berbahaya,” kata Tri Isnadari, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga:Rencana Mobil Dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar Rp1,3 Miliar, PKS-PAN Minta Prioritaskan RakyatIbu Hamil Kembar Diduga Ditolak RS Mitra Idaman, DPRD Kota Banjar Siapkan Pemanggilan Manajemen
Tri mengungkapkan bahwa faktor waktu kejadian yang berlangsung pada malam hari menjadi penentu utama nihilnya korban jiwa. Area sekitar lokasi selalu dipadati aktivitas siswa pada siang hari. Sebelum ambruk, ruangan tersebut dimanfaatkan secara terbatas sebagai gudang alat kesenian dan penyimpanan buku perpustakaan.
Peristiwa ini dipicu oleh keretakan struktur tembok dan atap yang kian parah selama beberapa tahun terakhir. Kontur tanah lereng perbukitan tempat sekolah berdiri tergolong labil serta berada di dekat celah tebing yang rentan pergerakan tanah. Kondisi geografis tersebut menjadi faktor utama yang mempercepat kerusakan bangunan.
Pasca-insiden, pihak sekolah memperketat pengawasan di lapangan. Para siswa diimbau untuk tidak mendekati area reruntuhan guna mengantisipasi potensi pergerakan tanah susulan atau material sisa yang rawan roboh.
Insiden ini membuat pihak sekolah dan dinas terkait mengkaji ulang Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah dirancang sebelumnya. Pihak sekolah mengusulkan agar penanganan tidak lagi bersifat rehabilitasi ringan, melainkan pembangunan ulang secara menyeluruh dari titik nol.
Tri berharap pemerintah memberikan perhatian khusus bagi sekolahnya serta memohon bantuan tenaga dari masyarakat sekitar untuk membersihkan puing-puing material bangunan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Dedi Suardi, meninjau langsung lokasi reruntuhan pada Rabu (14/10/2026) pagi. Dedi memastikan peristiwa ini tidak mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa karena bangunan yang ambruk murni bekas ruang administrasi dan gudang.
