JABAR EKSPRES – Sektor peternakan masih potensial di Jawa Barat. Peternak berharap Pemerintah Daerah membuka lebih luas pasar untuk peternak hingga ekspor.
Usulan itu disampaikan salah satu Peternak Domba asal Cibiru Wetan, Rizky Prasetiadi. Menurutnya ekosistem peternak perlu dijaga. Dan dalam hal ini pemerintah daerah juga perlu turun tangan.
Peternak asal Kabupaten Bandung itu menceritakan, saat ini akses pasar dan stabilitas harga masih menjadi tantangan tersendiri bagi peternak. Khususnya seperti yang ia alami.
Baca Juga:de Braga by ARTOTEL Hadirkan The Urban Nature Retreat, Padukan Wisata Heritage dan Alam5 Rumah Panggung di Bojonggambir Tasikmalaya Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp850 Juta
Sebagai peternak domba, penjualan paling moncer tentu mengandalkan momen Idul Adha atau Idul Qurban. Sementara untuk bulanan atau harian masih tidak pasti.
Karena itu pihaknya berharap agar ada upaya dari Pemda untuk mendongkrak penjualan ternak khususnya domba agar tidak hanya mengandalkan momen Idul Adha. “Misalnya dengan kampanye makan daging (domba.red), ” cetusnya, Senin (12/10).
Rizky melanjutkan, opsi lain yang diharapkan adalah potensi akses pasar ke luar negeri. “Kalau bisa ekspor akan lebih baik. Selama ini kami belum melakukan itu, ‘ cetusnya.
Tantangan lain yang dihadapi peternak domba adalah soal stabilitas harga. Sejauh ini harga domba ataupun daging mengalami pasang surut. “Memang harga tidak stabil, produksi banyak tapi serapan kecil kalau di luar momen Idul Adha, ” terangnya.
Di sisi lain, secara potensi ternyata populasi ternak domba di Jawa Barat tidak sedikit. Badan Pusat Statistik (BPS) sempat mencatat bahwa populasi domba di Jabar pada 2025 menyentuh 5,5 juta ekor. Populasi terbanyak ada di Majalengka dengan 1,4 juta ekor. (son)
