JABAR EKSPRES – Mengantisipasi banjir yang kerap terjadi saat musim hujan, Pemerintah Kota Cimahi terus mempercepat perbaikan saluran drainase di sejumlah wilayah. Pada 2026, sebanyak 10 titik drainase menjadi sasaran pembenahan dengan anggaran dari APBD mencapai sekitar Rp6 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, mengatakan, perbaikan drainase tersebar di wilayah Cimahi bagian tengah, utara, hingga selatan. Program ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas saluran air agar mampu mengalirkan limpasan hujan secara optimal.
“Untuk perbaikan drainase kita tahun ini ada 10 paket. Untuk titik perbaikannya tersebar di tengah, utara maupun selatan,” kata Wilman, Selasa (13/10/26).
Baca Juga:Sidak Underpass Cimahi, Dedi Mulyadi Temukan Upah Pekerja Disunat?Buka Festival Sepak Bola Pelajar, Ngatiyana Dorong Atlet Muda Cimahi Berprestasi dan Pembentukan Karakter
Adapun 10 lokasi perbaikan drainase tersebut meliputi Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Jalan Encep Kartawiria, Jalan Cimenteng, Jalan Kaum, Jalan Pacinan, Jalan MK Wiganda, Jalan Pabrik Aci, Jalan Rancabentang, Jalan Veteran, dan Jalan Cibogor.
Wilman menyebut, sebagian besar pekerjaan perbaikan drainase di Kota Cimahi telah rampung. Meski demikian, masih terdapat pekerjaan yang dalam proses penyelesaian, salah satunya di Jalan Raden Demang Hardjakusumah yang sekaligus mencakup penataan trotoar.
“Hampir semuanya sudah beres untuk proses perbaikannya. Ada juga yang masih belum, seperti di Jalan Raden Demang. Targetnya awal November selesai karena itu sekaligus dengan trotoar,” ungkapnya.
Melalui anggaran APBD sekitar Rp6 miliar, Pemkot Cimahi berharap pembenahan 10 titik drainase ini dapat membantu mengurangi risiko banjir yang kerap menggenangi sejumlah ruas jalan saat intensitas hujan meningkat.
Perbaikan saluran difokuskan untuk memastikan air hujan dapat tertampung dan mengalir dengan lancar, sehingga tidak meluap ke badan jalan. Pemkot Cimahi pun menargetkan sistem drainase yang lebih optimal mampu mendukung penanganan banjir secara bertahap.
“Target kami tentu saja air nantinya bisa tertampung ke drainase saat musim hujan. Jadi saluran kami perbaiki supaya airnya mengalir maksimal, tidak meluap ke jalan,” tandas Wilman. (Mong)
