Buka Festival Sepak Bola Pelajar, Ngatiyana Dorong Atlet Muda Cimahi Berprestasi dan Pembentukan Karakter

Buka Festival Sepak Bola Pelajar, Ngatiyana Dorong Atlet Muda Cimahi Berprestasi dan Pembentukan Karakter
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat Kick Off Pembukaan Asih Putera Festival Orthea. (Foto: Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Persaingan di lapangan hijau tak seharusnya berujung pada permusuhan. Pesan itulah yang ditekankan Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat membuka Asih Putera Festival Orthea, kompetisi sepak bola antarpelajar se-Kota Cimahi, Senin (12/10/2026).

Festival sepak bola pelajar di Cimahi ini bukan sekadar ajang untuk memperebutkan kemenangan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembinaan karakter, pengembangan prestasi, sekaligus mempererat persaudaraan di kalangan generasi muda.

Ngatiyana menegaskan, keberhasilan dalam pertandingan tidak hanya ditentukan oleh skor akhir. Sportivitas, pengendalian emosi, serta kemampuan menghargai lawan merupakan nilai penting yang harus dijunjung tinggi oleh setiap pemain.

Baca Juga:Sepak Bola Cimahi Terancam Stagnan Tanpa Sarpras, Ini Kata Askot PSSI dan PemkotPengukuhan Plt Ketua Harian Askot PSSI Cimahi Jadi Momentum Kebangkitan Sepak Bola Daerah

Ia pun mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan kompetisi sepak bola sebagai ajang untuk menunjukkan keunggulan dengan mengorbankan hubungan baik antarpelajar.

“Kalau kalah ya akui kalah, yang menang jangan sombong. Akuilah prestasi orang lain yang memenangkan pertandingan. Jangan mencari-cari kesalahan atau alasan. Kalau saat ini kita kalah, berarti prestasi kita memang belum gemilang,” tegas Ngatiyana.

Asih Putera Festival Orthea diikuti pelajar dari berbagai sekolah di Kota Cimahi. Antusiasme peserta, pelatih, dan pendukung turut menyemarakkan kompetisi yang diharapkan mampu melahirkan bibit atlet sepak bola sekaligus menanamkan karakter positif di lingkungan pendidikan.

Di tengah semangat mengejar prestasi olahraga, Ngatiyana mengingatkan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama para pelajar. Menurutnya, kemampuan di bidang olahraga merupakan nilai tambah yang dapat mendukung perkembangan siswa, terutama dalam menjaga kebugaran, melatih kedisiplinan, dan membangun kerja sama tim.

“Tujuan utamanya adalah menuntut ilmu dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Olahraga merupakan prestasi tambahan yang mendukung pendidikan agar tubuh tetap sehat dan bugar dalam mengikuti proses belajar,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pertandingan, festival sepak bola antarpelajar Cimahi juga dinilai menjadi sarana membangun komunikasi dan memperluas pergaulan. Pertemuan siswa dari sekolah yang berbeda diharapkan dapat menumbuhkan sikap saling menghormati serta memperkuat ikatan kekeluargaan.

Karena itu, Ngatiyana meminta seluruh peserta menjaga keamanan dan keselamatan selama kompetisi berlangsung. Ia tidak ingin persaingan di lapangan justru memicu perselisihan yang bertentangan dengan tujuan penyelenggaraan festival.

0 Komentar