Lahan Menyempit, Semangat Bu Ai Menjaga Kerupuk Legendaris Kiaracondong

Lahan Menyempit, Semangat Bu Ai Menjaga Kerupuk Legendaris Kiaracondong
Pekerja menjemur kerupuk tradisional di Gang Kompak, Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa (13/10/2026). Usaha kerupuk RHN yang bertahan sejak 1965 tersebut mengalami penurunan produksi dari 6.000 per buah menjadi 3.000 per buah akibat berkurangnya lahan akibat perluasan jalur rel kereta api sekitar delapan meter pada 2021. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Keterbatasan lahan memang membuat jumlah produksi tidak lagi sebesar dahulu. Namun, selama masih ada pelanggan dan usaha masih bisa dijalankan, Bu Ai memilih untuk terus melanjutkannya.

Di Gang Kompak, Kiaracondong, kisah Bu Ai menjadi gambaran bahwa mempertahankan usaha tradisional tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Terkadang, keberlanjutan justru tumbuh dari ketekunan menjalani pekerjaan sehari-hari, kemampuan beradaptasi, dan kesediaan menerima perubahan.

Seperti yang dipegang Bu Ai selama menjalankan usahanya, ada hal-hal yang memang harus diupayakan, tetapi ada pula yang perlu disikapi dengan rasa syukur.

0 Komentar