Pemprov Jabar Beli 18 Truk Molen Otomatis, Anggaran Tembus Rp36 Miliar

Pemprov Jabar Beli 18 Truk Molen Otomatis, Anggaran Tembus Rp36 Miliar
Petugas memperbaiki jalan. (Dok DBMPR)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemprov Jawa Barat membeli 18 unit truk molen otomatis dengan anggaran yang cukup fantastis mencapai Rp36 miliar.

Armada tersebut dikenal dengan self loading concrete mixer atau mobile batching plant untuk menjangkau jalan di wilayah terpencil. Armada tersebut juga memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan beberapa alat berat lain, yakni mampu memproduksi beton di lokasi proyek.

Semangatnya adalah untuk memudahkan pengerjaan proyek jalan, khususnya di daerah yang sulit dijangkau atau jauh dari pabrik beton.

Baca Juga:Singaparna Dibersihkan, Sampah Disulap Jadi Duit hingga PKL DitataReforma Agraria Tak Cukup Redistribusi Tanah, Kemitraan Petani dan Dunia Usaha Perlu Diperkuat

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat Agung Wahyudi menjelaskan, armada itu punya spesifikasi khusus yakni alat berat multifungsi yang menggabungkan fungsi memuat, menimbang dan mengaduk material pembuat beton, lalu mengangkut beton dalam satu unit kendaraan.

Alat ini dirancang untuk memproduksi beton segar berkualitas langsung di lokasi proyek secara otomatis dan mandiri.

“Jadi lebih praktis,” terangnya, Senin (12/10).

Lalu unit ini memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan metode manual atau menggunakan truk mixer konvensional. Salah satu kelebihannya, efisiensi tenaga kerja. Alat ini dirancang agar bisa dioperasikan oleh satu orang operator saja. Seluruh proses pemuatan hingga penuangan dikontrol langsung dari dalam kabin.

Kemudian alat ini juga memiliki mobilitas dan fleksibilitas tinggi dengan desain yang kompak dan sistem penggerak roda yang tangguh, membuatnya sangat andal untuk proyek di medan yang sulit, jalan sempit.

“Termasuk ke lokasi terpencil yang tidak terjangkau oleh truk molen besar,” cetusnya.

Selain itu, dengan bantuan sekop besar di bagian depan, alat ini dapat mengambil bahan baku pembuat beton seperti pasir atau kerikil dari tumpukan tanpa bantuan wheel loader_ eksternal. Kemudian, material tersebut ditimbang dengan dengan sistem timbangan digital berbasis sensor untuk memastikan takaran material sesuai formula mutu beton yang diinginkan.

Selain itu, faktor kelalaian manusia misal soal komposisi adonan beton bisa diminimalisir.

Baca Juga:Kemenekraf Dorong Pelaku Fesyen Bekali Strategi Bisnis untuk Tembus Pasar GlobalGreen Forest Resort & Wedding Gelar “Wedding Showcase at Forest 2026” Perkuat Kolaborasi Industri Pernikahan

Menurut Agung, alat ini juga telah dipergunakan di beberapa titik, seperti di Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Lalu Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Dan Desa Dukuh, Kabupaten Bandung.

0 Komentar