Usman juga menyoroti fungsi SOR Mangunreja yang dinilai memiliki peran lebih luas daripada sekadar tempat penyelenggaraan pertandingan olahraga.
Keberadaan fasilitas yang memadai diharapkan membuka lebih banyak ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, berinteraksi, dan membangun hubungan sosial. Karena itu, standar pembangunan lapangan harus menjadi salah satu prioritas utama.
“Standar pembangunan ini tetap harus dinomorsatukan, termasuk standar lapangannya. Karena ini akan menjadi ikon ruang publik yang mempengaruhi peningkatan indeks kebahagiaan masyarakat. Semakin banyak ruang publik untuk beraktivitas, ruang komunikasi sosial warga akan semakin terbuka,” jelasnya.
Baca Juga:Renovasi Stadion Kaliki Dilanjutkan, Aktivis dan KONI Desak Standar PSSICegah Risiko Gempa, Rapid Indonesia, Semut Tangsel, dan IEA Edukasi Siswa PKBM Binar
Untuk memastikan pelaksanaan pembangunan sesuai perencanaan, Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya berencana melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala ke lokasi proyek. Pengawasan tersebut juga akan dilakukan terhadap sejumlah proyek infrastruktur jalan daerah.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai peruntukan dan hasil pembangunan memenuhi kualitas yang telah direncanakan.
Sorotan terhadap kualitas SOR Mangunreja juga disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Andi Supriadi. Ia meminta pembangunan fasilitas olahraga tingkat kabupaten tersebut menghasilkan kualitas yang benar-benar maksimal.
Andi mencontohkan Lapangan Sakti Lodaya di Kecamatan Cisayong yang tetap hijau dan terawat meskipun memasuki musim kemarau. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa kualitas dan pemeliharaan lapangan merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan.
Ia tidak ingin stadion yang dibangun dengan anggaran besar justru kalah dari fasilitas olahraga di tingkat desa, baik dari sisi kualitas lapangan maupun material bangunan.
“Pembangunan SOR Kaliki ini menggunakan anggaran yang sangat besar, sehingga hasilnya harus maksimal. Jangan sampai kualitas lapangan maupun bahan bangunannya tidak mumpuni. Hal ini dapat mencoreng legacy dari Bupati Tasikmalaya sendiri,” tandas Andi.
DPRD pun menaruh perhatian pada keberlanjutan pembangunan SOR Mangunreja agar benar-benar menghasilkan fasilitas olahraga yang layak, berkualitas, dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Baca Juga:35 Tahun Len, Dorong Kemandirian Teknologi Pertahanan Indonesia dari Riset hingga IndustrialisasiWabup Dorong SOR Mangunreja Berstandar FIFA, Bidik Homebase Persitas
Dengan demikian, proyek tersebut tidak hanya meninggalkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi investasi daerah yang memberikan manfaat nyata bagi pembinaan olahraga, aktivitas sosial, dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. (Hen)
