Hingga kini, sekitar 90 persen wilayah Kota Cimahi telah didata oleh para ASN terkait kondisi dan pengelolaan sampah. Data tersebut nantinya menjadi bahan bagi kelurahan untuk menyusun rencana aksi atau Plan of Action dalam menuntaskan persoalan sampah di wilayah masing-masing.
“Sudah 90 persen wilayah Kota Cimahi yang didata oleh para ASN ini terkait pengelolaan sampah. Data yang terkumpul nanti menjadi dasar bersama kelurahan menentukan rencana aksi atau Plan of Action dalam menuntaskan pengelolaan sampah di wilayahnya,” ungkap Chanifah.
Namun, ia mengingatkan program tersebut tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat. Pemilahan sampah harus dilakukan sejak dari sumbernya, terutama dari rumah tangga.
Baca Juga:Bandung Barat Ubah Paradigma Pengelolaan Aset, Dari Sekadar Tercatat Menjadi Bernilai ManfaatPanas Bumi Galunggung Dipromosikan untuk Gaet Investor
Selain mengandalkan pengelolaan berbasis wilayah, DLH Kota Cimahi juga terus meningkatkan kapasitas sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Salah satunya TPST Santiong yang saat ini tengah menjalani peningkatan kapasitas dengan tambahan bantuan peralatan dari World Bank.
Peningkatan kapasitas pengolahan juga dilakukan di TPST Lebaksaat. Di tengah berbagai upaya tersebut, DLH Kota Cimahi mencatat adanya tren penurunan volume sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti, meski pengurangannya masih berlangsung secara bertahap.
“Sudah ada pengurangan volume sampah secara perlahan. Biasanya kuota tonase per dua minggu ke TPA Sarimukti sering habis sebelum waktunya, sekarang masih ada sisa kuota sehingga bisa dioptimalkan pembersihan di TPS,” tutur Chanifah.
DLH Kota Cimahi juga mengapresiasi masyarakat yang mulai aktif melakukan pengelolaan sampah dari rumah. Partisipasi warga dinilai menjadi salah satu kunci untuk mengurangi ketergantungan terhadap TPA Sarimukti.
Pemkot Cimahi berharap volume sampah yang dikirim ke Sarimukti terus berkurang. Pemilahan sampah dari rumah dan pengolahan hingga tuntas di tingkat wilayah menjadi bagian penting menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri.
“Harapan kami semakin berkurang sampah yang dikirim ke Sarimukti. Kontribusi masyarakat menerapkan pemilahan sampah di rumahnya dan diolah tuntas di wilayah menjadi kunci agar pengelolaan sampah Kota Cimahi bisa mandiri,” pungkasnya. (Mong)
