Renovasi Stadion Kaliki Dilanjutkan, Aktivis dan KONI Desak Standar PSSI

Sekjen KONI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna.
Sekjen KONI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna.
0 Komentar

Karena itu, Nurdin berharap pembangunan Stadion Kaliki tidak berhenti pada pembangunan lapangan dan tribun semata.

“Renovasi harus dilakukan secara serius, tidak asal-asalan. Stadion ini harus mengusung standar PSSI, mulai dari penggunaan rumput alami atau hybrid berstandar FIFA Quality, sistem drainase dan penyiraman modern, pencahayaan, bench pemain, ruang ganti, fasilitas tribun, hingga track atletik agar multifungsi,” katanya.

Desakan serupa disampaikan Sekretaris KONI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna. Ia menegaskan bahwa besarnya anggaran yang digunakan untuk pembangunan SOR Kaliki harus sebanding dengan kualitas fasilitas yang dihasilkan.

Baca Juga:Cegah Risiko Gempa, Rapid Indonesia, Semut Tangsel, dan IEA Edukasi Siswa PKBM Binar35 Tahun Len, Dorong Kemandirian Teknologi Pertahanan Indonesia dari Riset hingga Industrialisasi

Menurut Nana, proyek tersebut harus dikerjakan secara profesional dengan pengawasan ketat agar kualitas lapangan maupun fasilitas pendukung dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Pembangunan SOR Kaliki ini menggunakan anggaran yang sangat besar, sehingga hasilnya harus maksimal. Jangan sampai kualitas lapangan maupun bahan bangunannya tidak mumpuni. Hal ini dapat mencoreng legacy dari Bupati Tasikmalaya sendiri,” ujar Nana.

Nana bahkan menyoroti kualitas Lapangan Sakti Lodaya di Kecamatan Cisayong yang secara level merupakan lapangan desa, tetapi mampu menunjukkan kualitas pengelolaan lapangan yang baik.

“Masa stadion sepak bola tingkat kabupaten kualitasnya kalah dengan Lapangan Sakti Lodaya di Cisayong yang tingkat desa? Di sana kualitasnya bagus, bahkan saat musim kemarau panjang rumputnya tetap hijau, terawat, empuk, dan nyaman digunakan,” tuturnya.

Karena itu, ia meminta siapa pun pihak yang nantinya dipercaya mengerjakan SOR Mangunreja agar benar-benar mengikuti spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Pengawasan juga dinilai harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya terhadap kualitas lapangan utama, tetapi juga fasilitas pendukung seperti drainase, ruang pemain, tribun, pencahayaan hingga lintasan atletik.

Bagi KONI, keberadaan SOR Kaliki nantinya bukan sekadar menjadi bangunan monumental atau kebanggaan baru Kabupaten Tasikmalaya. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat pembinaan olahraga sekaligus ruang publik yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.

Baca Juga:Wabup Dorong SOR Mangunreja Berstandar FIFA, Bidik Homebase PersitasRelation Business Perkuat Peran Listrik Dorong Ekonomi Daerah

“Jangan sampai stadion hanya bagus ketika baru selesai dibangun. Yang paling penting adalah kualitas, fungsi dan keberlanjutannya. Stadion ini harus benar-benar bisa digunakan untuk membina atlet dan menggelar pertandingan pada level yang lebih tinggi,” kata Nana.

0 Komentar